12 Kilo Narkoba Jenis Sabu Beredar di Jambi Setiap Hari

Ilustrasi poto Narkoba Jenis Sabu

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – GAWAT, ternyata peredaran narkoba jenis sabu – sabu  di Provinsi Jambi mencapai 12 kilo dalam setiap harinya. Artinya, daerah ini salah satu daerah terparah peredaran narkoba di Indonesia.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi Brigjen Polisi M Toha Suharto, saat pisah sambut peletakan jabatannya, Senin (3/9-2018) di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi kepada reporter brandanews.co.id mengungkapkan, peredaran narkoba jenis sabu di daerah ini masih mencapai 12 kilo dalam setiap harinya.

Brigjen Pol M Toha Suharto.poto/ist

“Tentu angka peredaran narkoba khususnya jenis sabu masih cukup tinggi walaupun angka itu jauh menurun dibandingkan beberapan tahun sebelumnya,” kata M Toha.

Selanjutnya, kata M Toha, daerah paling rawan peredaran narkoba di Provinsi Jambi, masih terdapat di Kota Jambi, sedangkan daerah lain menyusul, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Merangin.

“Kota Jambi merupakan daerah paling tinggi peredaran narkoba,” terang M Toha, dan selanjutnya mengatakan sudah 1,6 tahun bertugas sebagai Kepala BNN Jambi yang digantikan Kombes Pol Heru Pranoto.

Diakhir keterangannya, M Toha yang sekarang bertugas di BNN Pusat, Ia optimis penggantinya dapat menekan angka peredaran narkoba di daerah ini. “Saya yakin, dan optimis pengganti saya dapat menekan angka peredaran narkoba itu,” ungkapnya.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bahu-membahu memberantas peredaran narkoba.

Dijelaskan Fachrori, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi mengucapkan terima kasih kepada Brigjen.Pol.Drs.M.Toha Suharto atas dedikasinya selama mengemban tugas di Provinsi Jambi. “Telah banyak keberhasilan beliau dalam penanganan narkoba di Provinsi Jambi ini,” ungkap Fachrori.

Disamping itu, Fachrori menekankan,  bahwa kejahatan narkoba dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mengajak semua elemen masyarakat melakukan langkah-langkah yang terpadu untuk melawan dan memberantas narkoba.

“Kita harus bersinergi dalam memberantas narkoba, jangan hanyut dalam rutinitas kita sehari-hari, tindakan nyata dari seluruh elemen mulai dari BNN, Polri, Pemerintah Daerah, LSM dan Masyarakat semua harus betul-betul,” tegas Fachrori. (sal/wyu/wan)

Print Friendly, PDF & Email