BRANDANEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jambi selama ini dianggap tidak tegas dalam menjaga asset sehingga mengakibatkan kerugian bagi daerah ini. Salah satu bukti, terhadap Hotel Tepian Ratu, sudah selama 21 tahun hotel yang dikelola pihak swasta itu melakukan tindakan wanprestasi.

Hotel Shang Ratu Jambi. Foto: Istimewa

Demikian dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Cornelis Buston kepada reporter brandanews.co.id, Kamis (1/6-2017).

Dewan sudah merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi, kata Cornelis Buston,  saat digelarnya Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Gubernur Jambi tahun 2016, segera dilakukan putus kontrak dengan pihak swasta yang mengelola Hotel Tepian Ratu itu.

“Dewan sudah merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk segerala mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemutusan kontrak dengan pihak swasta yang mengelola aset Hotel Tepian Ratu. Atau, kalau masih memungkinkan ada satu langkah lain dengan meninjau ulang perjanjian tersebut,” kata Cornelis .

Menurut Cornelis Buston, Hotel Tepian Ratu yang dikelola pengusaha asal Jambi Syukur Leman alias Akak, telah melakukan ’tindakan licik’ yang berujung merugikan Pemerintah Provinsi Jambi. Sebab dikatakan Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston, dalam perjanjian pengelolaan Hotel Tepian Ratu  dengan status Hak Bangun Serah (HBS) selama 30 tahun, pihak pengelola diwajibkan membangun kamar baru sebanyak 34 kamar.

Tetapi kenyataannya, dijelaskan politisi senior Partai Demokrat Jambi itu, dari tegang waktu selama 30 tahun pihak Syukur Leman mengelola Hotel Tepian Ratu, sudah selama 21 tahun pengelolaan hotel tersebut dilakukannya ternyata belum juga dilaksanakan pembangunan kamar baru tersebut, sementara waktu kerjasama itu tinggal hanya 9 tahun lagi.

Dikatakan Cornelis Buston, tindakan ini sudah tidak benar dan sangat merugikan Pemerintah Provinsi Jambi, dan anehnya lagi dari bentuk kerjsama itu Pemerintah Provinsi Jambi hanya mendapatkan hasil sebesar Rp 250 juta/ pertahun, sementara pihak pengelola diprakirakan dari hasil sewa gedung pertemuan Ratu Convention Center (RCC) saja dalam per minggunya mencapai Rp 75 juta, dan belum lagi penghasilan sewa kamar dan penghasilan dari fasilitas lain di hotel tersebut.

“Ini jelas sudah tidak masuk akal. Pihak pengusaha sudah melakukan tindakan yang sangat merugikan di sektor pendapatan daerah,” ujarnya.

Selanjutnya, Cornelis Buston mengungkapkan, pengusaha yang sekarang mengelola Hotel Tepian Ratu sudah melakukan tindakan licik yang sangat keterlaluan. Sebab apa, dikatakan Cornelis, ditengah pengusaha itu melakukan tindakan wanprestasi dalam mengelola Hotel Tepian Ratu yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Kota Jambi, justru pengusaha Syukur Leman membangun Hotel Shang Ratu yang tepat persis bersebelahan dengan Hotel Tepian Ratu tersebut. (sal/fik/jul)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *