3 Paket Tender Proyek Pipanisasi di PSPAM Jambi Belum Diumumkan, Ini Kata Asep: Pokja Profesional dan Selektif

Asep, Ketua Pokja 2 Cipta Karya, ULP Jambi. Poto/sal

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi– Tiga paket proyek pipanisasi yang ditenderkan Unit Layanan Pengadaan Kelompok Kerja (Pokja) 2 Cipta Karya ULP Jambi, masih belum juga diumumkan perusahaan pemenang oleh pihak panitia tender.

Adapun ketiga paket proyek pipanisasi yang dibiayai APBN tahun 2018, berada dilingkungan Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Cipta Karya, seperti Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM di daerah Malapari, Kabupaten Batanghari, dengan nilai PAGU anggaran Rp 3.000.000.000.

 Selanjutnya, proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan  SPAM di daerah Teluk Kayu Putih, Kabupaten Tebo, dengan nilai PAGU anggaran Rp 3.000.000.000, dan Pembangunan jaringan Perpipaan SPAM di daerah Mersam, Kabupaten Batanghari, dengan nilai PAGU anggaran Rp 5. 482.240.000.

Sesuai data yang diperoleh reporterbrandanews.co.id, terdapat 9 perusahaan yang mengkuti tender di proyek jaringan perpipaan di daerah Malapari, Kabupaten Batanghari, yakni PT Muara Rizki Rokan dengan nilai penawaran Rp 2.279.000.000 (24,03 persen), PT Global Tekno Indonesia dengan nilai penawaran Rp 2.319.061.000 (22,70 persen), PT Putra Kreasi Multibuana dengan nilai penawaran Rp 2.400.100.000 (20,00 persen), PT Nugraha Tyagasupala dengan penawaran Rp 2.490.500.000 (16,98 persen),

PT Rogantina jaya Sakti dengan nilai Rp 2.500.000.000 (15,00 persen), PT Mitra Baru dengan nilai penawaran Rp 2.555.555.000 (14,81 persen), PT Usaha Pratamasari dengan nilai penawaran Rp 2.758.280.000 (8,06 persen), PT Gema Perkasa Utama Jaya dengan nilai penawaran Rp 2.816.793.000 (6,11 persen), Bumi Delta Hatten PT dengan nilai penawaran Rp 2. 858.600.000 (4,71 persen).

Sedangkan untuk paket proyek jaringan perpipaan  SPAM daerah Teluk Kayu Putih, Kabupaten Tebo, diikuti 6 perusahaan peserta tender, yakni PT Mitra Baru dengan nilai penawaran Rp 2.488.888.000 (17,04 persen), PT Nugraha Tyiagasupala dengan penawaran Rp 2. 490.5000.000 (16,98 persen), PT Muara Rizki Rokan dengan nilai penawaran Rp 2.498.000.000 (16,73 persen), PT Rogantina Jaya Saksi dengan nilai penawaran Rp 2.5000.000.000 (16,67 persen), PT Indobangun Megatama dengan nilai penawaran Rp 2.534.836.000 (15,51 persen), Tembesi Agung PT dengan nilai penawaran Rp 2.850. 264.000 (4,99 persen).

Selanjutnya, terkait pembangunan jaringan perpipaan di daerah Mersam, Kabupaten Batanghari, diikuti 12 perusahaan perserta tender, seperti PT Berkah Bayu Bening dengan nilai penawaran Rp 4.083.777.000 (25,51 persen), PT Muara Rizki Rokan dengan nilai penawaran Rp 4. 190.000.000 (23,57 persen), PT Global Tekno Indonesia dengan penawaran Rp 4.269.063.000 (22,13 persen), PT Putra Kreasi Multibuana dengan nilai penawaran Rp 4.386.000.000 (20,00 persen), PT Nugraha Tyagasupala dengan nilai penawaran Rp 4.550.500.000 (17,00 persen), PT Indobangun Megatama dengan nilai penawaran Rp 4.626.438.000 (15,61 persen).

PT Rogantina Jaya Sakti dengan nilai penawaran Rp 4.659.750.000 (15,00 persen), PT Mitra Baru dengan nilai penawaran Rp 4.675.000.000 (14,72 persen), PT Tri Cipta Patriot dengan nilai penawaran Rp 4.791.214.000 (12,60 persen), PT Masayu Kontrindo dengan nilai penawaran Rp 4.919.801.000 (10,26 persen), PT Nita Cipta Usaha dengan nilai penawaran Rp 5.133.887.000 (6,35 persen), PT Marino Putra Mandiri dengan nilai penawaran Rp 5.246.587.000 (4,30 persen).

Terkait belum diumumkannya ketiga paket proyek jaringan perpipaan itu, Ketua Pokja Asep saat dikonfirmasikan reporterbrandanews.co.id, Senin (12/3-2018) mengatakan, pihaknya harus selektif untuk menentukan perusahaan yang ditunjuk sebagai pemenang tender. “Panitia tender harus professional dan selektif sehingga nanti keputusan yang diambil tidak menimbulkan sangkaan yang negative, dan inilah yang sedang dilakukan sekarang ini,” kata Asep.

Paling lambat, kata Asep, dalam minggu ini pihaknya sudah dapat mengumumkan perusahaan pemenang tender.

“Ya, paling lambat dalam minggu ini sudah dapat diumumkan,” terang Asep, dan selanjutnya mengungkapkan hasil pembuktian kualifikasi yang sudah dilakukan tidaklah serta merta langsung mengungkpan sebagai pemenang, dan ini tentunya harus juga dikaji secara matang termasuk menyangkut administrasi yang diajukan peserta tender. (sal/pon/jul)

Print Friendly, PDF & Email