Era HBA, Langkah Strategis Membangun Infrastruktur Wilayah Timur Jambi

0
162
Saat menjabat Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus terus meninjau kondisi infrastruktur merata diseluruh daerah, tampak ketika menijau kondisi jembatan gantung di Kabupaten Sarolangun. poto ist

BRANDANEWS.CO.ID – Era kepemimpinan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) periode 2010 – 2015, sejumlah langkah strategis membangun infrastruktur Jambi digelontorkannya, walaupun harus diakui beberapa rencana itu belum terlaksana.

Seperti apa langkah strategis itu ?Brandanews.Co.Id kembali menguraikan dalam berbagai tulisan menyangkut pembangunan infrastruktur Jambi selama mengikuti perjalanan HBA ketika menjabat Gubernur Jambi. (redaksi)

GUBERNUR Jambi Hasan Basri Agus dipenghujung masa jabatannya tidak ingin meninggalkan kesan seakan daerah di ujung timur Jambi Ia anak tirikan. Langkah itu, Ia buktikan sekaligus menjawab tentang pandangannya membangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan mempersiapkan anggaran sebesar Rp 2 trilun.

Jika anggaran itu dapat direalisasikan, seperti dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan ketika itu, bisa dibayangkan akan terjadi kemajuan yang pesat di daerah tanah kelahiran mantan Gubernur Jambi dua periode Zulkifli Nurdin.

Selama ini, kata Bernhard, pembangunan prasarana jalan dan jembatan di daerah itu berjalan lambat. Bahkan dalam kurun waktu 15 tahun, hanya tampak yang menonjol pembangunan Jembatan Batanghari II dan Pelabuhan Samudera, sedangkan akses jalan menuju ke daerah itu harus diakui belumlah tutas.

Dasar pemikiran itulah, sehingga Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sekarang lebih menitik beratkan pembangunan prasarana jalan dan jembatan sebagai akses ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Apalagi, kata dia, sekarang Pemerintah Provinsi Jambi sedang gencar – gencarnya mempercepat pembangunan ruas jalan menuju ke Pelabuhan Ujung Jabung yang merupakan upaya untuk dapat masuknya daerah ini ke Zona Tol Laut yang diprogramkan Presiden Joko Widodo.

Bernhard menjelaskan, keberadaan Pelabuhan Ujung Jabung sangatlah strategis yang dibangun di era Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sebagai pintu masuk dan keluarnya seluruh komoditi unggulan daerah, tidak terkecuali hasil tambang, hasil pertanian, perkebunan, termasuk juga hasil perikanan.

“Pemerintah Provinsi Jambi telah merancang sedemikian rupa agar Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menjadi satu – satunya pintu masuk dan ke luar seluruh kegiatan pelabuhan, Itulah sebabnya, keberadaan Pelabuhan Ujung Ujung Jabung harus didukung dengan prasarana jalan dan jembatannya yang betul – betul berkualitas,” katanya.

Selanjutnya, seperti diakui Bernhard Panjaitan, akses jalan menuju ke Muara Sabak – Rantau Rasau terdapat kerusakan parah sepanjang 43, 5 kilometer, sedangkan terhadap akses jalan menuju Rantau Rasau – Ujung Jabung (akses menuju Pelabuhan Ujung Jabung) sepanjang 42, 35 kilometer harus dilakukan pembangunan ruas jalan baru.

Dan tidak itu saja, Pemerintah Provinsi Jambi dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, rencananaya disepanjang ruas jalan tersebut juga akan dibangun 22 unit jembatan kecil dan jembatan besar, seperti terhadap Jembatan Sei Rambu yang panjangnya mencapai 750 meter. Untuk peningkatan jalan Niaso – Zona V – Sp Muara Sabak – Muara Sabak – Rantau Rasau dibutuhkan anggaran sebesar Rp 50 miliar.

“Untuk peningkatan pembangunan ruas jalan Muara Sabak – Rantau Rasau, dari lebar jalan yang hanya 4 meter akan diperlebar menjadi 7 meter, dari panjang seluruhnya yang mencapai 43, 5 kilimeter tersebut” sebutnya.

Sekarang ini, dijelaskannya, secara bertahap – tahap telah dilaksanakan sejumlah kegiatan pembangunan sarana dan prasarana jalan dan jembatan, dan itu tentunya sesuai alokasi anggaran APBN – P tahun 2015 sebesar Rp 40 miliar.

Menurut dia, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ke wilayah timur Jambi tersebut, pastinya tidak akan mampu jika hanya mengandalkan APBD Provinsi Jambi.

“Anggaran yang dibutuhkan sangatlah besar sehingga jika hanya diandalkan melalui APBD Jambi tentu akan tersedot seluruhnya kesitu,” terangnya.

Olehnya, kata Bernhard Panjaitan, berbagai strategi diupayakan agar ruas jalan maupun jembatan yang dibangun di daerah itu dapat dibiayai dengan APBN, tentunya harus dilakukan peningkatan status jalan dari jalan provinsi menjadi ruas jalan nasional.

Bahkan sekarang ini, sedang diupayakan sejumlah ruas jalan strategis yang terdapat di seluruh daerah kabupaten di Provinsi Jambi sedang diusulkan agar peningkatannya dapat dibiayai melalui alokasi APBN.

“Sekarang sedang kita upayakan, seluruh ruas jalan strategis yang terdapat di daerah kabupaten di Provinsi Jambi dapat dijadikan ruas jalan yang biaya peningkatannya dialokasikan melalui APBN, semoga ini dapat segera terealisasi,” kata Bernhard, ketika menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi. (sal/jul/pon)

 

Era HBA, Membangun Infrastruktur Membangun Perekonomian Jambi

Kunjungan Hasan Basri Agus melihat kondisi infrastruktur tetap melibatkan wartawan untuk melihat kondisi itu langsung. Poto ist.

BRANDANEWS.CO.ID– Provinsi Jambi salah satu daerah di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Tidak saja karena tata kelola hasil kekayaan sumber daya alam yang senantiasa secara khusus diperhitungkan. Tetapi, langkah selanjutnya pembangunan infrastruktur, seperti sarana dan prasana jalan dan jembatannya pun mulai terpola dengan bagus dan berkualitas.

Pembangunan ruas jalan dan jembatan di Provinsi Jambi selama kurun waktu lima tahun, tidak saja diarahkan dalam peningkatan kualitasnya tetapi perhitungan secara ekonomi juga menjadi kajian dalam setiap pembangunan yang dilaksanakan.

Artinya, jalan maupun jembatan yang dibangun tidak saja untuk memperlanjar arus kendaraan, tetapi secara ekonomi jalan yang dibangun juga diharapkan mesti dapat memegang peran untuk mempesingkat jarak tempuh sehingga dengan demikian ongkos angkut dapat menjadi murah.

Itulah yang diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Ir Bernhard Panjaitan  ketika itu, kepadaBrandanews.co.idterkait kegiatan pembangunan pelurusan jalan yang menghubungkan Sp Tapan – Pelabi, Kabupaten Kerinci sepanjang 38 kilometer, telah berhasil diluruskan sepanjang 20 kilometer, sedangkan sisanya masih dalam pembahasan karena ruas jalan yang akan diluruskan itu masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Sbelat (TNKS).

“Sekarang masih dikaji ulang, dan kita akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) supaya mendapat persetujuan untuk masuk ke dalam kawasan sebagai upaya pelurusan ruas jalan menuju Kabupaten Kerinci,” katanya.

Menurut dia, pelurusan terhadap ruas jalan itu merupakan langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi dalam usulannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan Pera) untuk mempersingkat jarak tempuh dengan tujuan menekan ongkos angkut.

Upaya ini sebagai salah satu trobosan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus agar petani tidak lagi terbenani biaya angkut yang mahal seperti yang terjadi selama ini,” ujarnya.

Sedangkan terhadap ruas jalan yang lain, seperti ruas jalan Sp Sawmill – Lodvond sepanjang 30 kilometer di Kabupaten Tebo akan segera dilakukan perbaikan dengan mengandalkan APBD- P tahun ini, dan berikutnya ruas jalan Padang lamo – Tanjung – Sumai sepanjang 112 kilometer, telah diusulkan ke Gubernur Jambi untuk dapat dialokasikan melalui anggaranmulti years kontrakselama tiga tahun 2016 – 2019, sedangkan ruas jalan Sp Niam – Lubuk Kambing perlu dilakukan rehab berat sepanjang 70 kilometer.

Selanjutnya, di Kabupaten Bungo, kegiatan pembangunan prasarana jalan dan jembatan yang dilaksanakan Dinas PU Provinsi Jambi, diantaranya akses jalan menuju ke Bandara Bungo, telah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar.

“Kondisi jalan akses ke bandara itu sudah bagus hanya saja perlu ditingkatkan,” terangnya.

Disamping itu, terkait kondisi ruas jalan Sp Tuan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat sepanjang 86 kilometer mengalami kerusakan berat sehingga perlu dilakukan overlaymembutuhkan anggaran sebesar Rp 17 miliar yang dialokasikan melalui APBN 2015.

Di Kabupaten Batanghari, dikatakan dia, di daerah ini akan dilaksanakan pembangunan turap di Matagual dan jembatan yang membutuhkan anggaran hingga mencapai Rp 20 miliar, sedangkan di beberapa daerah lain, seperti Muaro Jambi, Sarolangun, Merangin, Kota Sungai penuh dan Kota Jambi, pihaknya masih melakukan pengkajian serta mempersiapkan desain terkait ada beberapa paket pembangunan yang juga segera dilaksanakan. (sal/jul/pon)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *