500 Hektar Lebih Hutan Jambi Terbakar, WALHI Minta Presiden Jokowi Warning Pemerintah Daerah

0
154
Hutan dan Lahan Jambi terbakar hingga mencapai 500 hektar lebih, nasib Suku Anak Dalam (SAD) semakin tragis. photo/ist
BRANDANEWS.CO.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jambi memprakirakan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi sudah mencapai 500 hektar lebih, dan tersebar di empat daerah, seperti Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kabupaten Tanjungjabung Barat, dan Kabupaten Tebo.
 
Direktur WALHI Jambi, Rudiansyah dalam keterangannya kepada reporterbrandanews.co.id, Kamis (3/8-2017) mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar di daerah ini. Namun yang jelas, sekitar 500 hektar lebih yang sudah terbakar.
 
“Tidak tertutup kemungkinan luas hutan dan lahan yang terbakar itu bisa saja lebih karena potensi kebakaran itu masih terlihat walaupun tetap terus dilakukan pemadaman,” kata Rudiansyah.
 
Selanjutnya, seperti diungkapkan Rudiansyah, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi, lebih disebabkan tidak ada keseimbangan antara upaya pemadaman hutan dan lahan yang terus dilakukan dengan upaya penindakan terhadap pelaku pembakaran, sehingga bisa disimpulkan walaupun upaya pemadaman tetap dilaksanakan tanpa adanya penindakan tegas hutan dan lahan di daerah ini akan terus terbakar.
 
Pemerintah daerah, dikatakan Ketua WALHI Jambi Rudiansyah, terkesan tidak serius untuk melakukan penegakan Perda Karhutla, dan ini dibuktikan tidak sedikit kasus – kasus kebakaran hutan dilahan konsensi ‘melenggang’ begitu saja tanpa ada sanksi hukum.
 
Sebab menurut Rudiansyah, dari luas hutan dan lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sebagian besar terdapat di dalam konsesi perusahaan, dan hanya sebagian kecil kebakaran itu di lahan milik masyarakat. “Penegakan hukum sepertinya masih tumpul ke atas dan tajam kebawah,” ujarnya.
 
Menyinggung soal rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat kegiatan pembangunan bloking kanal di kawasan hutan gambut dan hutan restorasi di Kabupaten Tanjungjabung Timur, seperti disebutkan Rudiansyah, kedatangan Jokowi itu tidak akan berdampak positif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kalau kedatangan kepala negara itu tidak diimbangi dengan sikap tegasnya untuk melakukan penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan yang terjadi dikawasan konsensi perusahaan.
 
“Percuma saja kedatangan Presiden Jokowi jika hanya bertujuan untuk melihat langsung pembangunan terhadap pencegahan kebekaran hutan dan lahan, tanpa adanya warning kepada Pemerintah Jambi untuk serius melakukan penegakan Perda Karhutla itu,” ungkap Rudiansyah.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Irmansyah Rahman ketika dikonfirmasikan terkait rencana kunjungan Presiden Jokowi ke daerah ini, Ia mengatakan belum ada jadwal yang pasti, dan sebelumnya memang ada kabar itu tetapi sampai saat ini belum juga ada kepastiannya.
 
Selanjutnya, Ia juga membantah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi Ia pastikan tidak ada titik api yang berada di kawasan konsensi perusahaan, dan jumlah lahan yang terbakar baru sekitar 300 hektar lebih. “Ndak ada itu hutan maupun lahan yang terbakar dilahan konsensi perusahaan. Siapa bilang seperti,” kata Irmansyah Rahman. (sal/jul/tio)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *