Arus Kendaraan di Ruas Jalinteng Jambi Didominasi Truk Batubara Bertonase 40 Ton Lebih

Kondisi ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) yang menghubungkan Jambi – Sumatera Barat. poto/pono

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Truk batubara bertonase 40 ton lebih, benar – benar sebagai penikmat ruas Jalan Lintas Tengah (Jelinteng) yang merupakan ruas jalan nasional di Provinsi Jambi sepanjang 272 Kilometer.

Selain truk batubara, ruas Jalinteng yang menghubungkan Jambi – Batas Sematera Barat (Sumbar), Jambi – Batas Sumatera Selatan (Sumsel), juga didominasi truk pengangkut kelapa sawit dan truk bermuatan Crude Palm Oil (CPO).

Truk bermuatan batubara bertonase lebih 40 ton mendominasi arus kendaraan di ruas Jalinteng. poto/pono

Tentu, kondisi ini jika terus dibiarkan truk – truk bermuatan hingga 40 ton lebih, seperti truk bermuatan batubara, bermuatan kelapa sawit dan truk bermuatan CPO, bisa dipastikan akan mempercepat kerusakan di ruas Jalinteng, dan sekaligus menjadi sumber rawan kecelakaan lalintas.

Terlihat truk bermuatan sawit dengan tonase 40 ton lebih memasuki ruas jalan Kota Muara Bungo. poto ini terekam, Sabtu (2/6-2018). poto/pono.

Padahal, setiap tahunnya pihak Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jambi, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi – Kepulauan Riau (Kepri), terus berupaya meningkatkan kondisi jalan yang bertujuan memperlancar arus kendaraan yang tidak melebihi tonase angkut.

Tim reporter brandanews.co.id yang diterjunkan khusus melakukan peliputan di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) dan di ruas Jalinteng dalam rangka menghadapi arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2018, kondisi ruas Jalinteng lebih padat dilalui kendaraan bermuatan lebih, seperti truk batubara, truk kelapa sawit dan truk CPO, dibandingkan di ruas Jalintim.

“Kondisi ruas Jalinteng yang terus semakin membaik, tanpa disadari seakan ruas jalan itu dimanfaatkan menjadi ruas jalan khusus truk pengakut batubara, maupun truk bermuatan kelapa sawit dan truk bermuatan CPO, sementara kendaraan lain seakan terpinggirkan di ruas jalan tersebut,” demikian dilaporkan portal berita brandanew.co.id, Minggu (3/6-2018).

Truk tanki CPO ambil kesempatan bermuatan lebih 40 ton karena karena kondisi jalan Lintas Tengah yang semakin mulus. poto/pono.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Jambi, Hendri Jamal mengatakan, tahun 2018, pihaknya hanya memperoleh anggaran sumber APBN sebesar Rp 8.023.485.000, untuk membiayai pelaksanaan preservasi jalan Jambi – Batas Sumatera Barat (Sumbar), Muara Tebo, Muara Bungo, Bangko, dan sejumlah daerah lain disekitarnya.

Tentu, anggaran yang dialokasikan tahun ini untuk melaksanakan kegiatan preservasi disejumlah titik di ruas Jalinteng itu, dikatakan Hendri Jamal, sangatlah kecil jika dilihat kondisi kerusakannya yang terus meluas karena diakibatkan tingginya mobilitas truk bermuatan lebih yang melintas di ruas jalan tersebut.

Ruas Jalinteng yang menghubungkan ke sejumlah daerah yang terus dibenahi PJN Wilayah II Jambi. poto/pono

“Tentu, kalau dibandingkan dengan tingkat kerusakan jalan yang terus meluas diakibatkan tingginya mobilitas truk bermuatan lebih, anggaran yang dialokasikan untuk melaksanakan kegiatan preservasi tahun ini sangatlah kecil,” terangnya. (sal/wan/pon/wyu)

Print Friendly, PDF & Email