Aynur Ropik: Membela Kepentingan Kaum Tani dan Kaum Nelayan, Bersama PDI-Perjuangan

BRANDANEWS.CO.ID – Aynur Ropik, Sp, sosok pengusaha sukses yang mengaku tidak akan pernah berhenti membela kepentingan rakyat. Wong cilik, seperti petani dan nelayan, mesti dibela sampai mereka dapat hidup layak yang menjadi cita-cita mereka.

Dasar itulah, dikatakan Aynur Ropik, anak seorang petani berdarah Jawa yang lahir di Desa Rantau Makmur, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, tekadnya terjun ke dalam dunia politik tidak lebih ingin berbakti untuk membela kaum petani dan nelayan yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Kaum petani dan nelayan, harus diakui dan dirasakan, kurang mendapat perhatian sehingga mereka terus menerus hidup dalam belenggu kemiskinan, mengingat hak pembelaan tidak begitu kuat dirasakan mereka,” katanya.

Kenyataan inilah, seperti yang pernah dirasakan ketika Aynur Ropik kecil di desanya, sehingga keberhasilannya dalam menggeluti usahanya dibidang obat – obatan, dan pupuk pertanian, belumlah cukup sebelum Ia dapat membela kepentingan petani dan nelayan itu.

Langkahnya terjun ke dunia politik, sudah terdorong lama, dua kali gagal mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah, tidaklah membuat dirinya ‘kapok’ dan malah, sekarang ini Ia sedang mempersiapkan dirinya maju sebagai calon wakil rakyat di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Dalam keterangannya kepada reporter brandanews.co.id, Rabu (10/5-2017), Aynur Ropik mengatakan, dirinya sekarang sudah tercatat sebagai Kader PDI-Perjuangan, dari parpol berlambang moncong putih inilah, kata Ia, tekadnya sudah bulat bersama PDI-P untuk maju sebagai calon wakilnya rakyat, tepi sekarang masih dihitungnya, apakah nanti akan maju sebagai calon DPR-RI, atau DPRD Provinsi Jambi, maupun DPRD Kabupaten Tanjungjabung Timur.

“Tentunya, hasil perhitungan yang sedang dikajinya itu, baru akan dapat diputuskan nanti, kemungkinan mana yang akan dipilihnya. Tetapi yang jelas, maju di Pileg 2019, sebagai langkah dari tekadnya membela kepentingan wong cilik tersebut,” kata Aynur Ropik.

Selanjutnya, Aynur Ropik yang lahir 17 Maret 1978 itu, ketika ditanya apakah dirinya bersedia jika ada kandidat calon kepala daerah, seperti calon Walikota Jambi periode 2018 – 2023 yang memintanya menjadi wakil, Ia mengatakan, kalau nanti ada perintah PDI-P untuk itu tentunya saya harus siap. “Tapi apa mungkin ada yang minta seperti itu. Saya inikan orang desa masa diminta jadi wakilnya walikota,” ujarnya.

Namun menurut Ia, jika ada permintaan seperti itu, paling tidak kalau saya boleh memilih pastinya saya akan lebih rela memilih menjadi wakilnya calon Walikota Jambi Abdullah Sani.

“Pak Abdullah Sani itu orangnya amanah, dan keinginannya jelas seperti keinginan saya membela wong cilik. Makanya, saya lebih cenderung jika diminta mendampinginya itu,” kata Aynur Ropik sembari tersenyum. (sal/fik/jul)

Print Friendly, PDF & Email