Banyak Tokoh Jambi Berkumpul Gelar Multaqo untuk Indonesia Damai Pasca Pemilu 2019

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Banyak tokoh Jambi berkumpul menggelar Multaqo untuk Indonesia Damai pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Multaqo bersama para Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes), Cendikiawan, Akademisi, Lembaga Adat, dan Tokoh Masyarakat, Selasa (14/5-2019) di Room Bengkirai, Lantai III Hotel BW Luxury, Kota Jambi.

Dilaporkan, dalam pertemuan itu sejumlah pernyataan sikap disampaikan secara terbuka, Ketua MUI Jambi Dr. H. Hadri Hasan mengungkapkan, ertemuan ini bertujuan semoga pasca Pemilu Pilpres dan Pileg 2019 di Jambi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sehingga, kata Ia,  kita dapat mewujudkan pembangunan terhadap negeri tercinta yang telah diperjuangkan oleh pendahalu kita kemudian silaturrahmi ini agar Negeri Indonesia sebagai negara penduduk muslim terbesar mendapat barokah baldatun thoybatun warrafun ghofur.

Selanjutnya, Ketua NU Jambi, KH Aminullah Amid tegas mengatakan, Sehari setelah pencoblosan kita tokoh agama, Tim Pemenangan 01 dan 02, Ormas dan Tokoh Jambi sepakat tetap merajut kedamaian di Prov. Jambi dan sepakat tetap menyukseskan hasil keputusan KPU.

Menjaga Kesejukan, kerukunan dan kedamaian kemudian apabila ada hal-hal yang kurang puas dalam proses pemilu supaya menempuh secara jalur hukum namun belakangan ini kedamaian kita terasa terusik akibat imbas dari Ijtimak Ulama III sehingga salah satu tujuan Multaqo kita ini untuk mengantisipasi adanya reaksi dari Ijtima III yang menginginkan Paslon 01 didiskualifikasi, oleh karenanya mari kita di Jambi jangan sampai terpancing situasi kepanasan di Jakarta dan tidak mudah terprovokasi, mari kita jaga kekeluargaan kita di Provinsi  Jambi.

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Jambi, H. Suhaimi Chan dalam keterangannya mengungkapkanm, Kami atas nama pimpinan Muhammadiyah Prov. Jambi menghimbau pasca pesta demokrasi kita di Jambi tetap menjaga situasi aman dan damai. Kita jangan terpancing dengan adanya Isu People Power, kita di Jambi harus tetap menjaga adat budaya Jambi dan saling berkasih sayang, Apabila ada silang sengketa dalam pemilu sudah ada jalur untuk penyelesaiannya bukan melalui tindakan yang melanggar hukum, mari kita jadikan Jambi menjadi negeri yang aman dengan segala kemajemukan yang ada.

Sedangkan Ketua FKUB Provinsi Jambi Prof Hasbi Umar mengatakan,  Indonesia multi etnis, agama merupakan anugerah sebagai rahmatanlilalamin. WNI, kata Ia,  berketuhanan yang maha esa artinya Warga Negara Indonesia wajib beragama sehingga sesama pemeluk agama satu sama lainnya jangan saling menyudutkan, dan karena itu,  mari kita jaga kerukunan Umat beragama, antar umat dan kerukunan dengan pemerintah/negara

“Mari kita antar umat beragama yang ada di Jambi saling toleran dan menjaga kedamaian,” terangnya.

Sedangkan yang lainnya, seperti  Buya Margutin,  Ketua Forum Ponpes  Jambi menyebutkan, Fenomena Pilpres 2019 sangat berpengaruh terhadap santri sehingga takjim para santri terhadap sesepuh dan guru-guru ada perubahan, semoga kita tidak terpengaruh terhadap situasi yang sedang hangat seperti People Power.

Kami dari Ponpes percaya kepada KPU untuk menetapkan siapa pemenang Pilpres. Kami juga akan menolak hoax dan pihak yang mencaci para ulama atau kyai, melalui forum ini mari kita membimbing umat agar tidak saling fitnah, semoga Jambi tetap dilindungi oleh ALlAH SWT dan siapapun yang menjadi pemenang tanggal 22 Mei nanti itu adalah kehendak ALLAH SWT. (wyu/jul/dik)

Print Friendly, PDF & Email