Biaya Airport Tax di Bandara Sultan Thaha Jambi ‘Mencekik Leher’ Mencapai Rp 80 Ribu

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pengguna jasa penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi mulai mempersoalkan biaya Passenger Service Charge (PSC), atau yang biasa disebutAirport Tax. Pasalnya, dianggap cukup mahal dibandingkan di bandara lainnya di Indoensia.

Gembong (37), salah seorang pengguna jasa penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (9/9-2018) mengungkapkan, biaya Airport Tax yang dibebankan kepada dirinya saat membeli tiket penerbangan Jambi – Jakarta, terbebani sebesar Rp 80 ribu.

Padahal, sebut Gembong, jika dibandingkan dengan Airport Tax di Bandara Soerkarno – Hatta maupun di Bandara Kualanamu, harganya jauh lebih murah.

“Kalau bandara di Soekerno – Hatta, hanya Rp 60 ribu, sedangkan di Kualanamu sebesar Rp 75 ribu. Tetapi di bandara Sultan Thaha mencapai Rp 80 ribu,” katanya.

Akibat tingginya biaya Airport Tax, terang Gembong, sehingga mengakibatkan tingginya harga tiket penerbangan, dan sekarang untuk Jambi – Jakarta harga tiket sudah mencapai Rp 700 ribu s/d diatas Rp 1 juta, tentu kondisi ini sangatlah memberatkan pihak pengguna jasa penerbangan.

Kita berharap, terang Gembong, Pemerintah Pusat segera mengambil langkah untuk menurunkan harga Airport Tax yang dirasakan mencekik leher di Bandara Sultan Thaha Jambi itu.

Sementara itu, informasi lain yang diperoleh menyebutkasn, Massenger Service Charge (PSC) atau yang biasa dikenal dengan Airport Tax mulai mengalami kenaikan dari Rp 25 ribu menjadi Rp 80 ribu.

Kenaikan ini dibarengi dengan peningkatan sejumlah fasilitas yang ada di terminal baru sejak dioperasikan pada 27 Desember 2015.

Sejak dioperasikan tarif aiport tax diusulkan menyesuaikan dengan pelayanan yang diberikan dan per tanggal 1 Desember 2016 setelah Dirjen Perhubungan Udara memberikan keputusan kenaikan tersebut.(sal/wan/wyu)

Print Friendly, PDF & Email