Branda Dianggap Brandalan

Lakon manusia bertopeng, seperti layaknya wayang orang memang sedang ngetren. Apalagi, cerita itu digiring ke dalam kazanah dunia maya, Pastinya semakin seru, karena lakon per lakon, selalu dibuktikan dengan berbagai perbedaan, termasuk wujud kemunafikan semu oleh sebagian pelakon itu sendiri.

Kalau di dalam dunia politik yang berkembang, dalam bahasa jawa : Wani piro nomor piro, sepertinya tidak mudah terbantahkan sehingga lakon dibalik layar cerita politik itu, selalu sulit dibuktikan seperti ceritanya orang adzan di luar masjid, hehehehe………..

Ada kisah sebenarnya yang menarik, apa yang membedakan ayam kalkun dengan ayam kampung, atau ayam ras sekalipun. Ini tentunya soal besarnya jakun ditenggorokan pastinya tidaklah sama. Makanya, ketika ayam kampung mencoba menjadi ayam kalkun jelas gaung suara berkokoknya beda, apalagi dengan burung pipit pasti jauh lebih berbeda lagi.

Tetapi, seperti dikatakan tadi, jakun di tenggorokan yang sebegitu besarnya, tak ubahnya seperti pipa paralon milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) katakanlah begitu, pasti tidak serta merta suara lantang berkumandang terlebih lagi jakun yang besar itu hanya menghasilkan suara kemunafikan.

Alkisah, pastinya punya cerita yang berbeda-beda, ketika sianak mengatakan suatu kebenaran menjadi salah, dan lantas memplesetkan brandanews menjadi brandalnews, ternyata lupa kalau sang bapaknya sendiri yang melahirkanya dari sentuhan sperma yang baik, menjadi mata pisau yang menyerangnya karena sudah menjadi perrtanda jakun tenggorokan yang besar, pastiya bukanlah kalkun yang kita anggap sebelumnya.

Oleh karena itu, apapun hebatnya manusia dimuka bumi ini, tidak soal mau jakunnya sebesar apa, dan tenggorokannya seberapa besar, hormat kepada orang tua, dan saling menghormati harus dikedepankan sebagai anak yang berbakti.

Ingat, mulut mu adalah harimau mu. Soal terkam menerkam yang paling ditakuti dalam roda kehidupan ini yang tidak boleh sampai terjadi, ketika anak menerkam bapaknya sendiri dibranda depan karena menganggap brandalan. (***)

Noer Faisal / Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email