BWSS VI di PTUN Jambi Berlangsung Tertutup

menggelar sidang gugatan terhadap BWSS VI sebagai tergugat, sedangkan penggugat Direktur PT Nita Cipta Usaha. Poto/noer faisal

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi, Rabu (7/3-2018) mengelar sidang perdana gugatan terhadap Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA), berlangsung  secara tertutup.

Persidangan yang di gelar Ruang Sidang Utama PTUN Jambi dengan Hakim Ketua Fadholy Hernanto SH dan Hakim Anggota DevyaniYuli Kusnadi SH, A Taufik Kurniawan SH, MH, dihadiri penggugat Direktur PT Nita Cipta Usaha Heldi Fachri dan kuasa hukumnya Ujang Saleh SH.

Sedangkan tergugat Pokja ULP Jambi Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Bidang Sumber Daya Air, terlihat dihadiri Ketua Pokja Julianto Silalahi, ST, MT, M.Sc.

Reporterbrandanews.co.idmelaporkan, sidang perdana diperoleh keterangan, masih seputar pemeriksaan berkas gugatan, selanjutnya saat berita ini dilaporkan persidangan masing berlangsung.

Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya, dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media yang di gelar di Gedung BPC Gapensi Kota Jambi, Jum’at (2/3-2018), Ujang Saleh SH mengungkapkan, kliennya dirugikan terkait tender dua paket proyek di BWSS VI.

Adapun kedua paket proyek yang digugat ke PTUN Jambi, dikatakan Ujang Saleh, proyek pembangunan rehabilitasi/peningkatan jaringan rawa Daerah Rawa, Pematang Lumut, Kabupaten Tanjungjabung Barat, dengan nilai Pagu Rp 20.150. 000.000, dan proyek pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Batang Masumai di Kabupaten Merangin, dengan nilai pagu Rp 4.200.000. 000.

Kedua proyek tersebut, dimenangkan panitia tender terhadap PT Taman Paal Merah Indah untuk proyek jaringan rawa di Pematang Lumut, dengan nilai penawaran Rp 16.729.948.000, sedangkan kliennya menawar dengan harga terendah, yakni Rp 16. 133,551,00.

Sedangkan untuk proyek prasarana pengendali banjir di Kabupaten Merangin, pihak panitia tender memenangkan PT ASA Development, dengan penawaran Rp 3.737.880.000, sedang PT Nita Cipta Usaha menawar terendah, yakni 3.368.317.000.

Sebenarnya, dikatakan Ujang Saleh, kliennya sejak awal sudah mengetahui adanya gelagat yang tidak beres yang dilakukan pihak panitia tender untuk memenangkan kedua perusahaan itu, salah satu contoh pihak panitia tender mendadak mengajukan penambahan persyaratan sewaktu dilakukan pembuktian kualivikasi terhadap kliennya.

Gugatan ke PTUN Jambi, diterangkan Ujang Saleh, telah didaftarkan tanggal 27 Februari 2018, dengan nomor perkara 07/G/2018/PTUN Jambi. (sal/pon/dik)

Print Friendly, PDF & Email