BWSS VI Kementerian PU/PERA Digugat ke PTUN Jambi

Direktur Utama PT Nita Cipta Usaha, Heldi Fachri (paling kanan) bersama penasihat hukumnya saat menggelar jumpa pers, Jum’at (2/3-2018). Poto/sal

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA) Digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi. Pasalnya, ada dugaan ‘kongkalikong’ dalam proses penetapan pemenang tender oleh pihak panitia tender proyek yang dibiayai APBN tahun 2018 itu.

Kondisi inilah yang akhirnya berujung gugatan ke PTUN yang diajukan Direktur Utama PT Nita Cipta Usaha, Heldi Fahri yang juga merupakan Ketua BPC Gapensi Kota Jambi, karena merasa dirugikan perusahaannya dikalahkan dengan cara yang tidak fair oleh pihak panita tender.

Melalui kuasa hukumnya, dalam keterangan pers kepada sejumlah awak media yang di gelar di Gedung BPC Gapensi Kota Jambi, Jum’at (2/3-2018), Ujang Saleh SH mengungkapkan, kliennya dirugikan terkait tender dua paket proyek di BWSS VI.

Adapun kedua paket proyek yang digugat ke PTUN Jambi, dikatakan Ujang Saleh, proyek pembangunan rehabilitasi/peningkatan jaringan rawa Daerah Rawa, Pematang Lumut, Kabupaten Tanjungjabung Barat, dengan nilai Pagu Rp 20.150. 000.000, dan proyek pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Batang Masumai di Kabupaten Merangin, dengan nilai pagu Rp 4.200.000. 000.

Kedua proyek tersebut, dimenangkan panitia tender terhadap PT Taman Paal Merah Indah untuk proyek jaringan rawa di Pematang Lumut, dengan nilai penawaran Rp 16.729.948.000, sedangkan kliennya menawar dengan harga terendah, yakni Rp 16. 133,551,00.

Sedangkan untuk proyek prasarana pengendali banjir di Kabupaten Merangin, pihak panitia tender memenangkan PT ASA Development, dengan penawaran Rp 3.737.880.000, sedang PT Nita Cipta Usaha menawar terendah, yakni 3.368.317.000.

Direktur Utama PT Nita Cipta Usaha, Heldi Fachri (paling kanan) bersama penasihat hukumnya saat menggelar jumpa pers, Jum’at (2/3-2018). Poto/sal

Sebenarnya, dikatakan Ujang Saleh, kliennya sejak awal sudah mengetahui adanya gelagat yang tidak beres yang dilakukan pihak panitia tender untuk memenangkan kedua perusahaan itu, salah satu contoh pihak panitia tender mendadak mengajukan penambahan persyaratan sewaktu dilakukan pembuktian kualivikasi terhadap kliennya.

Gugatan ke PTUN Jambi, diterangkan Ujang Saleh, telah didaftarkan tanggal 27 Februari 2018, dengan nomor perkara 07/G/2018/PTUN Jambi. “Kita berharap dengan didugatnya BWSS VI, Kementerian PU/PERA supaya dapat dibuktikan di pengadilan PTUN untuk mengungkap permain kontor dalam proses tender di BWSS VI,” kata Bujang Saleh selaku kuasa hukum PT Nita Cipta Usaha. (sal/jul/fri)

Print Friendly, PDF & Email