BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pembangunan infrastruktur pertanian yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA), menjadi lokomotif yang bersenergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sekarang, geliat pembangunan infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi maupun terhadap kegiatan rehabilitasi dan normalisasi irigasi rawa yang dilaksanakan BWSS VI, Provinsi Jambi berpotensi sebagai salah satu daerah di Indonesia menuju swasembada pangan.

Bahkan, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli saat melaksanakan panen padi di Desa Sari Mulya Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, belum lama ini mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota,  terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat (Kementerian PU/PERA-red) dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur pertanian.

Tujuannya, dikatakan  Zola, sebagai langkah berupaya maksimal untuk meningkatkan produktivitas tani (padi), dan sekaligus juga dimaksudkan untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) yang berarti meningkatkan kesejahteraan petani.

Pemerintah terus berupaya agar Nilai Tukar Petani Jambi tetap berada diatas seratus persen agar petani mendapat keuntungan atas panen yang mereka lakukan.

Gubernur Zola dan Bupati Tanjungjabung Timur Romi Haryanto sedang melaksanakan panen raya jagung. poto/ist

“Jika NTP diatas seratus artinya petani untung dan itu yang terus kita upayakan dengan membangun infrastrukturnya,” kata Zola.

Selanjutnya seperti kata Zola, kalau tahun lalu di daerah ini petani hanya memperoleh hasil penen 6,12 ton per hektar, sedangkan sekarang sudah mencapai hasil panen padi 7,24 ton per hektar.

“Saya sengaja datang untuk mengetahui langsung, panen tahun sebelumnya 6,12  ton per hektare saat ini sudah meningkat 7,24 ton per hektare”ujarnya.

Di tengah kunjungan untuk melaksanakan panen raya tersebut, Zola berkesempatan menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi tahun 2018 untuk Kabupaten Bungo, diantaranya 10 unit traktor, 2 unit mesin tanam padi,  8 unit pompa air, 20 power thresser, 5 unit alat panen padi, dan menyerahkan asuransi untuk petani yang semua petani bisa ikut serta dengan membayar 36 ribu rupiah untuk menggantikan gagal panen sebesar 6 juta rupiah, juga ada asuransi ternak sapi dan nelayan.

Direktur Irigasi Kementerian Pertanian, Ir.Tunggul Imam Panudju mengemukakan, Kementerian Pertanian akan menerapkan sistem tanam padi Salibu untuk Jujuhan Ilir guna memenuhi indeks pertanaman agar panen terus tanpa harus mengolah tanah usai panen pertama.

“Padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen dimana tunas muncul dari buku yang ada di dalam tanah. Metode tanam tanpa benih dan tanpa pengolahan lahan, menggunakan bonggol tanaman padi sisa panen musim pertama sehingga lebih cepat panen,” ujar Tunggul Imam.

Selain Kabupaten Bungo, potensi areal persawahaan yang mendapat dukungan infrastruktur yang dibangun BWSS VI bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, juga dilaksanakan di Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi.

Sedangkan untuk Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Tanjungjabung Timur, BWSS VI melaksanakan pembangunan rehabilitasi dan normalisasi irigasi rawa, dan hasilnya  produksi padi  meningkat  dari 4,7 ton sampai 5,2 ton per hektar, sedangkan hasil panen perkebunan, seperti jagung, kedele dan kelapa dalam juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, karena lahan pertanian dan perkebunan di kedua daerah itu merupakan lahan tidur selama ini yang dikelola menjadi lahan produktif setelah dilaksanakan pembangunan infratsruktur pertanian di kedua daerah itu. (sal/wan/jul)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *