CEGAH RADIKALISME, SAH MINTA PENDIDIKAN AGAMA LEBIH DIPERKUAT

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Tokoh Pendidikan Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) mengatakan jangan ada keraguan tentang pendidikan agama di tanah air, khususnya yang terkait dengan isu radikalisme dalam pendidikan.

Padahal menurutnya dari awal memang didesain dalam bingkai kebangsaan. Artinya pendidikan agama sangat linear untuk membangun kebangsaan dan NKRI, meskipun pada saat bersamaan, perdebatan klasik antara paham agama dan sekuler selalu mengemuka dan mewarnai keberadaan pendidikan agama di sekolah.

“Saya pikir perdebatan paham agama terhadap daya tahan kebangsaan hanya merupakan pembelokan substansi dari nilai dan pendidikan agama, faktanya tidak ada yang bertentangan, kalaupun ada hanya framing dari pihak tertentu dalam mendiskreditkan agama tertentu,” tandasnya.

Namun SAH mengaku masih ada perdebatan yang mengarah pada penghapusan pendidikan agama dikarenakan alasan munculnya radikalisme paham keagamaan dalam pendidikan agama.

Sehingga SAH menegaskan dirinya dengan tegas menolak jika ada kecenderungan wacana penghapusan pendidikan agama, malah harus diperkuat, sebab pendidikan agama berbeda dengan radikalisme agama yang tumbuh belakangan ini.

Justru menurut Anggota Fraksi Gerindra ini radikalisme paham keagamaan tumbuh bersama derasnya promosi Islam di ruang publik pasca-runtuhnya Orde Baru.

Sehingga SAH mengatakan butuh jalur kultural. Semuanya untuk menangkal paham radikal yang menelusup baik ke dalam jalur struktural maupun kultural.

Pembelajaran ini berbasis pada nilai-nilai demokrasi, keragaman, toleransi, dan humanisme, yang dinilai berhasil menjadi kohesi sosial bagi masyarakat Indonesia yang plural, tandasnya.(wyu/dul/sul)

 

Print Friendly, PDF & Email