Cornelis Buston Dicecar Penyidik KPK Lebih 30 Pertanyaan

Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston ketika memberikan penjelasan kepada wartawan sebelum meninggalkan gedung KPK, sekitar pukul 21:00 Wib, Jum’at (5/1-2018). Poto/irwansyah

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston, Jum’at (5/1-2018) kemarin, diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap pengesahaan RAPBD Jambi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Cornelis, penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli  sebagai saksi dalam kasus itu. Hanya saja, Gubernur Zola lebih awal meninggalkan gedung anti rasuah itu sekitar pukul 19: 00 Wib, sedangkan Cornelis Buston baru selesai diperiksa penyidik KPK sekitar pukul 21:00 Wib.

Sebelum meninggalkan gedung KPK, Cornelis Buston dalam keterangannya kepada wartawan yang sudah menunggunya sejak pagi hari mengakui, pemeriksaan terhadap dirinya dalam sejarah paling lama yang dirasakannya, terkait pengembangan kasus suap pengesahaan RAPBD Jambi yang terungkap dalam OTT KPK, Selasa (28/11-2017) lalu.

Menurut bang Holis, demikian politisi Partai Demokrat (PD) akrab disapa, lebih tiga puluh pertanyaan yang diajukan penyidik KPK, mulai dari proses awal hingga pengesahaan RAPBD yang berujung suap.

“Supaya tidak berulang dilakukan pemeriksaan sehingga pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi dituntaskan dalam pemeriksaan ini,” kata Cornelis, sembari mengatakan kasus seperti ini tidak boleh lagi terulang di Jambi, dan saya juga berharap dengan terungkapnya kasus ini supaya Jambi bisa lebih baik lagi kedepannya.

Saat ditanya wartawan, menyangkut pengakuan tersangka Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi Erwan Malik, terkait adanya permintaan uang ketok pengesahaan RAPBD Jambi oleh pimpinan dewan, secara tegas dikatakan Cornelis kalau dirinya tidak pernah melakukan permintaan seperti itu. Namun, apapun cerita yang terungkap dalam pemeriksaan terhadap empat tersangka yang sudah ditetapkan KPK, nanti akan dibuktikan di pengadilan.

“Silahkan saja mengungkapkan adanya permintaan uang dari pimpinan dewan, tetapi nanti kita buktikan di pengadilan siapa yang meminta uang tersebut,” kata Cornelis, dan mengatakan seluruh anggaran yang diajukan di RAPBD Jambi tidak ada yang menyalah sehingga disahkan yang sekarang sedang dievaluasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penyidik KPK telah menetapkan empat orang tersangka, yakni Plt Sekda Jambi Erwan Malik, Asisten III Setda Jambi Saipuddin, Plt Kadis PU/PERA Jambi Arfan, dan Ketua Fraksi PAN Supriono yang juga anggota Banggar DPRD Jambi, dengan barang bukti uang Rp 4, 7 miliar, dan balum ada tersangka baru dalam kasus ini hingga sekarang. (sal/wan/dik)

Print Friendly, PDF & Email