DEMI KURANGI ANGKA KEMISKINAN, SAH MINTA KOORDINATIF KELEMBAGAAN DIPERKUAT

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Target pembangunan manusia yang mulai diurai Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), mendapat tanggapan dari Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sutan Adil Hendra (SAH).

Menurutnya target di tiga indikator yang akan dicapai selama lima tahun mendatang oleh pemerintah yang mengacu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2019 adalah 71,98, dan menargetkan IPM menjadi 72,51 di tahun 2020 membutuhkan rencana aksi yang jelas dan fokus.

“Di tahun 2024 kita harap IPM kita sampai pada 75,54. Itu saya setuju namun butuh rencana aksi yang lebih jelas bagaimana tahapan dan programnya, bagaimana kita bisa meraih itu semua,” ungkapnya di Jambi kemarin.

Selanjutnya, terkait target angka kemiskinan, SAH yang lama berkiprah di komisi pendidikan ini mengatakan angka kemiskinan pada level 9,5 persen bisa terus ditekan. Mestinya Di tahun 2020, angka kemiskinan menurun menjadi 8,5 persen, karena sudah banyak anggaran yang dilakukan pemerintah di berbagai kementerian.

“Kemudian tahun 2024 diharapkan angka kemiskinan akan berada di 6,5 persen untuk target optimis, atau 7 persen pada target pesimis, merupakan salah satu ambigu yang harus kita hilangkan, kita harus fokus dalam mengentaskan kemiskinan.”

Terakhir, masalah tingkat ketimpangan yang kini berkisar 0,385, SAH mempertanyakan langkah pemerintah untuk turun menjadi 0,375 di tahun depan. Sebanyak 7 menteri dan 14 badan di bawah Kemenko PMK akan dikerahkan untuk mengejar target tersebut, inikan perlu koordinasi yang besar, bagaimana road map dari pemerintah, tanyanya.

“Target penurunan ketimpangan untuk 2024 untuk jangka menengah itu target sebesar 0,370 sampai 0,374, ini membutuhkan upaya koordinasi yang kuat sekali dari berbagai kementerian dan lembaga, jangan ada Target tanpa diikuti rencana kerja,” tandasnya.(wal/sah/wyu)

Print Friendly, PDF & Email