Dewan Desak Pemerintah Kota Jambi, Tahun Ini Pasar Tradisional Talang Banjar Mesti Beroperasi

0
72
Tampak depan Pasar Tradisional Talang Banjar yang dibangun dengan APBD Kota Jambi sebesar Rp 21 miliar. poto/pono

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, sudah untuk sekian kalinya mendesak agar Pasar Tradisional Talang Banjar dapat dioperasikan (digunakan-red) tahun ini,  2017.

 

Junaidi Singarimbun, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi kepada reporterbrandanews.co.id, Minggu (17/9-2017) mengungkapkan, pihaknya sudah mewanti – wakti Pemerintah Kota Jambi supaya Pasar Tradisonal Talang Banjar yang dibangun sejak tahun 2015 lalu dapat dioprasikan.

 

“Secara resmi Komisi III DPRD Kota Jambi sudah meminta agar pasar tradisional itu dapat dipakai tahun ini, dan tidak ada alasan lagi adanya penundaan karena pembangunannya belum rampung dikerjakan,” terang politisi senior PDI-Perjuangan Jambi tersebut.

 

Belum diketahui secara pasti apakah ini lokasi jalan masuk menuju Pasar Tradisional Talang Banjar yang merupakan areal bekas kantor PT GWT. Poto/pono

Menurut Junaidi Singarimbun, pembangunan Pasar Tradisional Talang Banjar, sudah menelan anggaran sebesar Rp 21 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi sejak 2015 hingga 2016, sedangkan anggaran yang dialokasi sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun satu gedung yang berada dibelakang gedung induk sebesar Rp 7 miliar.

 

Artinya, kalau saya tidak salah ingat, kata Junaidi Singarimbun, sudah Rp 28 miliar anggaran yang dialokasikan baik yang bersumber dari APBD Kota Jambi dan DAK, untuk membiayai pembangunan Pasar Tradisional Talang Banjar diatas tanah seluas 1,1 hektar yang dibeli pemerintah dari salah seorang pengusaha itu.

 

Menurut Junaidi Singarimbun, Pemerintah Kota Jambi tahun 2017 kembali menganggarkan Rp 200 juta untuk membangun akses jalan masuk ke pasar tradisional itu, sedangkan peruntukan utamanya guna menampung para pedagang, termasuk para pedagang kaki lima yang selama ini menjadi penyebab kemacetan lalulintas di kawasan Talangbanjar.

 

Hasil pantauan reporterbrandanews.co.id, sampai saat ini belum terlihat adanya tanda- tanda pembangunan akses jalan masuk ke Pasar Tradisional Talang Banjar, seperti halnya juga warga yang bermukim disekitar pasar itu ternyata belum juga mengetahui dari mana jalan masuknya nanti.

 

Tampak belakang pasar yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 7 miliar. poto/pono

 

Hanya saja menurut mereka, sekarang ini masih terlihat melewati areal bekas kantor PT Gaya Wahana Timber (GWT). (sal/pon/jul)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *