Dirut PDAM Tirta Mayang: 10 Tahun Tarif Air Tidak Naik Sekarang Naik Silahkan Protes Bila Perlu Ganti Saya

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mayang (PDAM-Tirta Mayang) Jambi, Erwin Jaya Zuchri kepada reporterbrandanews.co.id di ruang kerjanya, Senin (14/1-2019) mengatakan, kenaikan tarif air yang diberlakukan pihaknya tidak ada yang menyalah.

Kenaikan tarif air dari Rp. 2000/kubik menjadi Rp. 4000/kubik, terang Erwin, setelah 10 tahun tarif air PDAM Tirta Mayang tidak pernah naik, dan sekarang ketika terjadi kenaikan malah muncul pihak – pihak tertentu yang protes terhadap kenaikan itu sementara sampai sekarang tidak satupun pelanggan PDAM yang mengajukan protes itu.

“Kami yakini yang protes bukanlah pelanggan PDAM Tirta Mayang, dan malah pelanggan mendukung kenaikan itu asalkan kualitas dan kelancaran distribusi air baik dan tidak terganggu,” katanya.

Menurut Erwin, dasar penyusunan tarif berdasarkan Permendagri Nomor 70 dan Nomor 71 tahun 2016, sedangkan Permendagri Nomor 71 diperuntukan menyangkut pola penyusunan sedangkan Permendagri Nomor 70 mengatur soal pedoman pemberian subsidi.

Lantas, terang Ia, kalau kenaikan tarif tidak disetujui Pemerintah Kota Jambi silahkan subsidi berdasarkan Permendagri Nomor 70, dan kalau setuju tetapi tarifnya dianggap mahal tidak usah dipakai.

Permendagri Nomor 70 dan Nomor 71 tahun 2016, kata Erwin Jelas, dan inilah yang kita ikuti, sementara kenaikan tarif air di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Bandung, Sukabumi, dan Samarinda, malah kenaikan tarif air sudah mencapai 300%/kubik, sedangkan PDAM Tirta Mayang baru menaikan tarif airnya Rp 2000/kubik.

“Padahal, Permendagri itu jelas bertujuan agar tarif air PDAM di seluruh Indonesia sama, tetapi PDAM Tirta Mayang masih lebih murah Rp 1000/kubik,” ujarnya.

Ini jelas, bertujuan menghitung formula sama seluruh Indonesia PDAM diberikan sosialisasi sehingga PDAM  itu paham dalam menentukan tarif dan yang jadi persoalan ada pihak yang salah menafsirkan cara penghitungan Permendagri tersebut sehingga tidak sama denganPDAM.

Kalau berbeda tafsir, kata Erwin, silahkan tanya kepada yang membuat Permendagri tersebut,  berarti tanya kepada Mendagri tentang maksud dari Permendagri itu

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang melakukan protes jika mampu Silahkan jadi Dirut PDAM Tirta Mayang, sehingga masyarakat menilai bahwa Anda mampu menjadi Dirut tanpa harus menaikan tarif

Kami dan Komisi II, dikatakan Erwin, pasti akan sangat setuju jika ada Dirut baru yang mampu menjabat sebagai Dirut  PDAM tanpa harus menaikan tarif dengan kualitas seperti sekarang.

Kepada DPRD Kota Jambi, terutama Komisi II,  jika tidak setuju silahkan alokasikan dana untuk subsidi.

Persoalan permasalahan ini sampai lari ke ranah jabatan, dikatakan  Erwin,  selaku Dirut PDAM Tirta Mayang,  tidak ada urusan dengan semua itu, dua fungsi PDAM ini, yaitu social orianted dan bisnis orianted dan Sosial orioanted  itu, bagaimana memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat dengan baik pemasangan baru hanya di kenakan Rp 1,4 dan itu hasil subsidi dari regulasi itu dari yang semestinya Rp 4 juta.

Darimana kami mengaji karyawan, ungkap Erwin,  dan lain sebagainya,  karna PDAM itu bukan dinas, atau OPD tetapi hanya BUMD. (wahyu/nofri/sal)

Print Friendly, PDF & Email