Dirut PDAM Tirta Mayang Erwin Jaya Zuchri: Tuntutan SPAM Itu Mengada-ngada, Ini Organisasi Tanpa Bentuk

Dirut PDAM Tirta Mayang Erwin Jaya Zuchri (kanan) di damping dua karyawan PDAM yang juga merupakan anggota SPAM – TM saat memberikan penjelasan kepada reporter brandanews.co.id. poto/pono

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Jambi, Erwin Jaya Zuchri dalam keterangannya mengungkapkan, tuntutan sekaligus laporan yang dilakukan pihak Serikat Pekerja Air Minum Tirta Mayang (SPAM-TM), terkesan mengada – ngada.

Bahkan, dikatakan Erwin kepada reporterbrandanews.co.id di ruang kerjanya, Kamis (12/7-2018), sepengetahuannya keberadaan SPAM- TM, merupakan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) yang selama ini terus menerus melakukan penekanan terhadap kinerja Direksi PDAM Tirta Mayang.

Menurut Erwin, sikap SPAM TM, melaporkan soal hak – hak mereka sebagai karyawan, seperti menyangkut tidak tepatnya waktu pembayar gaji, tidak dikeluarkannya gaji ke 13, kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dan ke Komisi II DPRD Kota Jambi, jelas apa yang dilakukan itu tidak ada kebenarannya.

Apalagi disebutkan Erwin, menyangkut adanya indikasi korupsi terkaitprogram pengadaan barang/jasa berubah pengadaan dengan sistem penunjukan langsung senilai Rp 20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah) terhitung sejak 2016.

“Jelas apa yang dilaporkan SPAM – TM itu merupakan pengaduan pembohongan yang kalau tidak segera dituntaskan akan dapat merusak kinerja PDAM Tirta Mayang yang sekarang sedang berlangsung,” ujarnya.

Dan untuk diketahui, terang Erwin, menyangkut soal gaji karyawan maupun gaji honorer PDAM Tirta Mayang dilaksanakan pembayarannya oleh pihak perbankan yang dalam hal ini pihak Bank Mandiri.

“Tentu tidak mungkin kalau menyangkut gaji itu terlambat dilakukan pembayaran, terkecuali pada saat pembayaran berketepatan tanggal merah (hari libur),” terang Erwin.

Sedangkan soal gaji ke 13, salah satu yang dipersoalkan pihak SPAM – TM, sebut Erwin, ini juga salah karena gaji ke 13 tidak sama dengan gaji ke 13 yang dibayarkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) karena PDAM Tirta Mayang merupakan perusahaan daerah.

Artinya, gaji ke 13 itu, sebut Dirut PDAM Tirta Mayang Jambi Erwin Jaya Zuchri baru dapat dibayarkan jika keuangan PDAM tersedia.

“Buktinya, PDAM Tirta Mayang Jambi pernah membayarkan gaji ke 16 karena keuangan ketika itu ada,” kata Erwin dihadapan dua karyawannya.

Sedangkan menyangkut pengadaan barang/jasa seperti yang dituduhkan terindikasi korupsi, diterangkan Erwin, tidak ada penunjukan langsung untuk nilai Rp 20 miliar, melainkan tetap dilaksanakan berdasarkan peraturan Direksi No 1 tahun 2018, tentang pedoman pengadaan barang/jasa  PDAM Tirta Mayang Jambi.

“Jadi apapun yang dilaporkan pihak SPAM – TM itu tidak sedikitpun memilik fakta – fakta pembenaran, terkecuali pembohongan,” ujar Erwin.

Dan ini juga saya beritahukan, kata Ia, untuk pengangkatan pegawai kontrak menjadi calon pegawai sudah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada, yaitu Perdir No 2 Tahun 2018, tentang kepegawaian PDAM Tirta Mayang.

Karena itu, sekarang terang Erwin, pihaknya sudah meminta pihak Inspektorat Kota Jambi melakukan pemeriksaan di PDAM Tirta Mayang, walaupun tahun ini saja sudah lebih dari tiga kali PDAM diperiksa dan hasilnya nol pelanggaran.

Dasar itulah, Direksi PDAM Tirta Mayang, akan terus melakukan pengusutan terkait tindakan yang dilakukan SPAM – TM tersebut. Apalagi, keberadaan SPAM – TM itu sendiri tak ubahnya organisasi tanpa bentuk. (sal/pon/wyu)

Print Friendly, PDF & Email