Dirut PDAM Tirta Mayang: Walikota Jangan ‘Ngerecoki’ PDAM Kalau Mau Sehat

BRANDANEWS.CO.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang, terus dilakukan pembenahan. Targetnya, jelas agar air yang diproduksi bisa tidak sekedar hanya dijadikan kebutuhan dasar bagi masyarakat, tetapi dapat dirasakan pada tingkat kepuasan.

Dalam rangka kunjungan kerja mendampingi Walikota Jambi Syarif Fasha ke Denmark dan Jerman, tentunya kunjungan itu diawali dari langkah pihaknya untuk mentransfer pengetahuan yang ada dalam tata kelola air bersih.

“Banyak orang terkadang tidak tau sama sekali tetapi ngakunya sangat memahaminya, dan inilah kenyataan yang selama ini dihadapi,” terangnya.

Selanjutnya, Dirut PDAM Tirta Mayang Erwin Jaya Zuhri kepada brandanews.co.id, diruang kerjanya, Senin (3/4-2017) mengatakan, PDAM bayak tantangan yang dihadapi seperti selama ini, selain soal infrastrukturnya yang mesti segera dibenahi dengan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, dan belum lagi menyangkut regulasi harga air yang tidak sesuai.

Lantas, kata Erwin, kondisi lain yang memperparah PDAM seperti yang terjadi sebelumnya, perusahaan daerah ini selalu saja direcoki walikota.

“Ya, macam – macam maunya, tetapi dasarnya jelas memberatkan PDAM. Tetapi untungnya, Walikota Jambi Sy Fasha sampai saat ini tidak pernah melakukan itu. Kita berharap, kedepannya juga walikota – walikota yang lain tidak merecoki seperti yang terjadi sebelumnya,” sebut Erwin dalam keterangannya itu.

Menurut Ia, target pencapaian PDAM harus cepat, dengan beroperasinya IPA Broni dengan kapasitas 600 liter/detik, selanjutnya PDAM berencana membenahi IPA benteng yang sudah berusia tua. IPA benteng yang dibangun tahun 1980-an, nantinya akan segera dilakukan perbaikan.

“ Walaupun daya produksinya tidak lagi mencapai 200 liter/detik, tetapi IPA itu dapat beroperasi secara sehat tidak seperti sekarang ini,” kata Erwin.

Dan langkah selanjutnya, PDAM Tirta Mayang Jambi baru melangkah untuk mengganti jaringan pipa yang diprakirakan mencapai 25 persen dalam kondisi lapuk, dan mengalami kebocoran sebagai salah satu penyebab kehilangan air.

Nantinya, pada saat dilakukannya pergantian pipa milik PDAM Tirta Mayang, tentunya tidak menyulitkan PDAM, seperti kemungkinan adanya jalan provinsi maupun jalan nasional yang harus digali untuk mengganti pipa itu.

“Coba kita lihat di negara lain, karena penataannya yang seling berkoordinasi, sehingga apapun yang dibangun tidak saling terganggun,” kata Erwin, sembari menegaskan dirinya berharap adanya kesepahaman visi dan misi membangun itu. (sal/fik)