Dituduh Kasus Pelecehan Seksual, Bupati Merangin Al Haris:  Tetap Membuka Pintu  Maaf

1
1491
Bupati Merangin Al Haris (kiri) berpose setelah diwawancarai reporter brandanews.co.id, Sabtu (8/7-2017). Pono
BRANDANEWS.CO.ID Walaupun dihantam tuduhan melakukan pelecehan seksual, dan bahkan kasus itupun sudah ditangani pihak kepolisian, namun Bupati Merangin Al Haris, tetap membuka pentu maaf karena bagaimanapun yang melaporkan dirinya itu adalah rakyatnya sendiri.
 
Demikian dikatakan Bupati Al Haris ketika diwawancarai reporterbrandanews.co.id, Sabtu (8/7-2017) padi di Rumah Dinas Bupati Merangin.
 
Menurut Al Haris dalam keterangannya, dirinya tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan itu, dan bahkan soal hubungan ponsel antara dirinya dengan Elvina Meriza tidak lebih hanya sebatas mendengarkan curahan hati (curhat) soal keluarga yang bersangkutan.
 
Tentu, selain karena jabatan kepala daerah yang diamanahkan rakyat Merangin kepada saya,  dan yang menghubungi itu dianggap sebagai rakyat yang saya pimpin, kata Al Haris, dan kebetulan saya juga mengenalnya, sehingga komunikasi itu saya terima walaupun sebenarnya dengan berat hati.
 
Tetapi, ternyata percakapan itu direkam yang tentunya sengaja dilakukan lebih dari satu orang, setelah itu malah rekaman percakapan yang sudah tersimpan di dalam prestise itu dibawa sebagi alat mengancam dengan tujuan supaya membeli prestise itu.
 
“Karena ada motif seperti mengancam kalau tidak membeli presitise itu akan dibeberkan kepublik, sehingga saya katakan silahkan beberkan saja dan itu bagi saya tidak ada masalah, karena tidak ada maksud jelek dalam komunikasi kepada yang bersangkutan,” ungkapAl Haris.
 
Lantas, oleh Janliardi, suami Elvina Meriza, kata Al Haris, sehingga prestise itulah yang disebut – sebut sebagai barang bukti laporannya ke Polres Merangin, dan tidak lama persoalan itu dilaporkan lantas surat polisi yang belum ditandatangani itu beredar di media.
 
Silahkan, kata Al Haris, tidak ada masalah karena saya tidak melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan. Apalagi, Pasal 335 KUHP yang dituduhkan itu seakan apa yang saya lakukan sudah masuk keranah hukum pidana kerana tindak kekerasan dalam tuduhan pelecehan seksual sementara berjumpa fisik dengan yang bersangkutan saja tidak dilakukan.
 
Sekarang ini, kasus pelecehan seksual seperti yang dituduhkan Janliardi, kata Al Haris, sudah diambil alih dari Polres Merangin ke Polda Jambi.
 
“Saya bersyukur sekali kasus itu diambil alih Polda Jambi karena kalau tetap diproses di Polres Merangin nanti dianggap saya lagi yang mempengaruhi kinerja polisi,” ujarnya.
 
Kita lihat saja nanti,  terang Bupati Merangin Al Haris, apakah betul tuduhan itu dilakukan atau ada motif lain terkait kasus yang dituduhkan kepada saya.
 
“Tetapi yang jelas, saya tetap akan menerima permintaan maaf mereka kalau nantinya ternyata saya tidak bersalah karena bagaimanapun mereka itu adalah rakyat saya,” ujar Al Haris. (sal/sid/pon)

1 COMMENT

  1. Sungguh mulia hatimu pak al-haris dengan membuka pintu maaf buat rakyatmu.., memang yg namanya fitnah itu pasti muncul disaat genting

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *