DPD Gerindra Jambi Desak Bawaslu Sungai Penuh Proses Hukum Caleg Tersangkut OTT

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – T.M Nazli, Humas DPD Gerindra Jambi mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sungai Penuh, supaya membawa kasus money politik yang dilakukan calon legislatif dari partainya itu ke ranah hukum.

Dalam keterangannya kepada reporter brandanews.co.id, Minggu siang (21/4-2019), Ia mengatakan, DPD Gerindra Jambi berkomitmen agar kasus OTT terkait money politik (politik uang) itu harus di proses secara hukum.

Secara tegas, kata Nazli, DPD Gerindra minta kepada pihak Bawaslu Sungai Penuh untuk membawa kasus itu ke dalam proses hukum. Apalagi, kata Ia, OTT money politik yang melibatkan kader partai Gerindra berhasil ditangkap Tim Gabungan Gakkumdu dan Bawaslu Sungai Penuh.

“Sudah jelas ada bukti – bukti yang kuat terkait money politik di Pemilu Legislatiuf (Pileg) 2019 yang melibatkan caleg Gerindra, dan karena itu DPD Gerindra Jambi berkomitmen kasus itu harus diproses hukum karena perbuatan itu pidana,” kata Nazli.

Selanjutnya, T.M Nazli dalam keterangannya menyebutkan, pihaknya akan mempertanyakan pihak Bawaslu Sungai Penuh jika kasus itu tidak berproses hukum.

“DPD Gerindra Jambi akan mempertanyakan kepada pihak Bawaslu jika tidak melakukan proses hukum terkait OTT money politik yang mereka ungkapkan di saat minggu tenang Pemilu Legislatif itu,” ujarnya, sembari menambahkan adanya bukti bukti kuat yang melibatkan Muradi, Caleg DPR-RI dari Gerindra.  

Seperti dilaporkan sebelumnya, Tim gabungan Gakkumdu dan Bawaslu Kota Sungai Penuh yang pada Selasa malam (16/4) berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) empat orang satu diantaranya calon legislatif (caleg) dari salah satu partai yang akan melakukan “money politik” atau bagi-bagi uang jelang pemilu 2019.

Kasus itu terungkap setelah anggota Satgas Gakkumdu bersama anggota Bawaslu Kota Sungai Penuh dan Polres Kerinci yang sedang berpatroli di kota tersebut melakukan pemeriksaan di Hotel Arjuna dan mencurigai kamar hotel bernomor 202. Tim mendapati tiga laki-laki dan seorang perempuan, yang merupakan caleg dari Partai Gerindra dalam kamar hotel.

Tim menemukan barang-barang berupa koper berisi uang sekitar Rp90 juta terdiri atas pecahan uang Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu dan Rp5.000, kemudian dokumen pileg, kartu nama caleg, amplop dan kaos berlogo partai.

Selanjutnya mereka dan barang temuan tersebut diamankan di kantor Bawaslu untuk diperiksa oleh Tim Gakkumdu.

Keempat pelaku yang diamankan itu adalah Yanti Maria Susanti (42) pekerjaan anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga caleg DPR RI nomor urut 8 dari partai Gerindra, kemudian Zainal Abidin (44) pekerjaan swasta (mantan wakil bupati Kerinci periode 2009 hingga 2019), Edi Saputra (32) pekerjaan swasta dan Ikrar Dinata (41) pekerjaan PNS Kabupaten Tanjungjabung Timur yang juga Korwil Pendidikan Kecamatan Mendahara Ulu. (wahyu/jul/sal)

Print Friendly, PDF & Email