Dr Maulana dan Endang Dihadirkan, Persidangan ‘Politik Uang’ di Pilkada Kota Jambi Makin Memanas

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi– Sidang lanjutan dugaan politik uang (money politik) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Jambi, Jum’at (20/7-2018), kian semakin memanas, dan kali ini dalam persidangan menghadirikan 7 orang saksi.

Adapun ke 7 orang saksi itu, diantaranya Dr Maulana yang merupakan calon Wakil Walikota Jambi nomor urut 2, dan Endang yang merupakan saksi terkait dua terdakwa HR (32) dan HF (38) yang awal mulanya ditangkap pihak Polresta Jambi.

Reporter brandanews.co.idmelaporkan,  sidang lanjutkan dugaan money politic Pilkada Kota Jambi 27 Juni lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi sebanyak 7 orang diantaranya adalah DR.Maulana,Endang, Usman,Kasful kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi Kota Jambi.

Sebelum di mintai keterangan, para saksi di ambil sumpah terlebih dahulu.
Untuk pertama sidang menghadirkan saksi Endang,saat di tanya oleh Hakim Ketua Lucas Sahabat Duha, Endang menyebutkan malam Senin tanggal 18 Juni pukul 09.00 bertemu di rumah DR. Maulana yang dikenalkan oleh Didi.

Dalam kesaksiannya Endang menyebutkan bahwa dirinya di undang yang sebelum itu tanggal 12 juni Selasa malam, jam 10.00 ditelfon Usman bertemu di Rumah Sakit Anisa, dan kenal dengan Didi dirumah Maulana tanggal 18 Juni.

Dan dalam kesaksiannya itu Endang menyebutkan, hanya menyediakan tempat di kediamannya dan meihat Didi yang bagi-bagi uang, dan 18 RT sudah dibagikan masih tersisa 7 RT yang belum terealisasi.

Saat di tanya Hakim,apakah Saksi Endang tau kalau HR dan HF ditahan, Endang justru  menyebutkan tidak tau, dan selanjutnya Endang mengungkapkan, uang yang dibagikan di rumahnya oleh Didi merupakan Infaq dan Sodakoh.

Saat di tanya Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) apa peran Saksi Endang, Endang menyebutkan kalau dirinya yang mengatur masyarakat yang akan masuk kedalam rumahnya yang terletak di RT 06 Tanjung Pinang lorong Siguntang,dan Didi yang membagikan uang di dalam rumahnya dengan jumlah 100 ribu dengan pecahan uang 50 ribu sebanyak 2 lembar.

Keterangan Berbelit – Belit

Sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam point 14 saat di tanya JPU tidak sesuai dengan keterangan saat di persidangan dan di dalam BAP. Endang menyebut kalau dirinya adalah Pekerja Sosial Masyarakat dibawah naungan Dinas Sosial dan  Transmigrasi Kota Jambi, saat di tanya Penasehat Hukum, apakah ada tekhnis pada saat pembagian uang dirumahnya, Endang sebut tidak ada cuma mendengar, jangan lupa nanti coblos nomor 2.

Tanggal 18 Juni Endang kerumah Pak Maulana yang mana Pak Maulana sudah menunggu dirinya pukul 09.00 WIB.

Dalam kesaksiannya Endang menyebutkan bahwa dirinya tidak tau kalau pak Maulana meminta bantuan,dan jam 10 pagi uang tersebut dibagikan.

Saat di tanya Penasehat Hukum Terdakwa,berapa orang yang akan diberikan infaq dan sodakoh, Endang menyebutkan sebanyak 500 orang dan baru terealisasi 250 orang,dan malam nya tanggal 18 Juni tersebut, setelah membagikan uang,Endang pisah dengan Didi.

Selanjutnya,  Endang meninggalkan rumahnya karena rumahnya ramai ditunggu orang yang belum kebagian uang yang dibagi-bagikan di rumahnya sampai pukul 20.00 WIB,dan Endang mendengar Didi menyampaikan jangan lupa coblos no 2 karena jarak endang dengan didi sekitar 3 Meter.

Dr Maulana dan Usman Memberikan Kesaksian

Saat ditanya Majelis Hakim apa hubungan Usman dan Didi dengan Maulana,saksi Maulana menyebutkan kalau Usman adalah ustadz yang mengelola rumah tahfiz nya bersama Didi, Usman dalam kesaksiannya pernah menghubungi Endang.

Dalam kesaksiannya Dr Maulana menyebutkan, Endang tidak mau menerima Infaq dan Sodakoh yang diberikan dirinya, sehingga untuk infaq dan sodakoh tidak jadi dibagikan, saat di tanyai Hakim Ketua, apakah saudara saksi tau keberadaan Didi,Maulana sebut tidak tau keberadaannya.

Dan selanjutnya, dalam kesaksiannya itu Maulana sebut tidak ada membagikan infaq dan sodakoh kepada Endang karena Endang Menolak dan tidak jadi di bagikan

Di akhir kesaksiannya, Maulana menyebutkan, tidak kenal Endang dan baru sekali bertemu Endang, dan tidak tau bahwa Didi membawa uang 50 juta untuk dibagikan sebut Maulana saat di tanya Penasehat Hukum Terdakwa. (wan/wyu/pon)

Print Friendly, PDF & Email