Fokus Group Discusion Bahas Rusuh Kerinci

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi –  Fokus Group Discusion (FGD), Selasa (31/7-2018) di gelar, terkait membahas aksi kerusuhan warga di Kabupaten Kerinci yang terjadi, Senin (30/7-2018) lalu.

Reporter brandanews.co.id melaporkan, terkait kerusahaan warga antara Desa Seleman dengan warga di Desa Pandung Talang Genting, Kabupaten Kerinci, FGD membahas kejadian itu di Kantor Kecamatan Danau Kerinci, dan untuk diketahui dalam pembahasan itu banyak pihak yang hadir.

Selain Wakapolda Jambi, tampak hadir dalam pembahasan FGD tersebut, seperti, Wakil Bupati Kerinci, Kasat Brimob Jambi,DirpamobvitPolda Jambi, Kabid Propam Polda Jambi, Dandim 0417/Kerinci, Kapolres Kerinci, Kaban Kesbangpol, Camat Danau Kerinci,Danramil 05/DK, Kasat Intel Polres, Kasat Binmas Polres, Danunit Inteldim, Ketua Depati 3 Desa Seleman, Sekdes Pendung Talang Genting, Kades Pendung Talang Genting, Kades Koto Tengah, Kades Pasar Sore, Tokoh Masyarakat Seleman, dan Tokoh Agama Pasar Sore.

Selanjutnya dilaporkan, dalam pembahasan rusuh warga yang digelar FGD, seperti Kerugian dalam bentuk uang milik masyarakat yang di jarah oleh massa ( Penjarahan ) di Desa Pendung Talang Genting ( Pentagen )  sbb :

  1. Toko Pauzan, 43 th, Rp.20.000.000,- ( dua puluh juta rupiah )
  2. Muksin, 46 th, Rp.5.000.000,- ( lima juta rupiah )
  3. Harida, 48 th, Rp.10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah )
  4. DR. Zakia, 46 th ( rumah pimpanan pondok pesantren Darul Qur’an ), Rp.10.000.000,- ( sepuluh juta rupiah )
  5. Siswadi, 43 th, Rp.13.000.000, ( tiga belas juta rupiah ).

Dan selanjutnya, hasil kesepakatan yang disimpulkan dalam pembahasan FGB, yakni, 1. Masyarakat yang menjadi korban akan diberikan bantuan oleh Pemda Kerinci besarnya sesuai aturan.

  1. Selama dalam proses permasalah kedua pihak sama sama menjaga Kamtibmas dan tidak saling menyerang lagi.
  2. Sebagai jaminan masyarakat Desa Pendung Talang Genting akan di tempatkan Pengamanan baik dari Polres, Kodim maupun Satpol PP.
  3. Pihak Kepolisian akan melakukan penegakan hukum baik terhadap pelaku penaniayaan, pembacokan, pembakaran dan perusakan.
  4. Apabila terjadi tindak pidana dikemudian hari,maka perwakilan dari masing masing pihak masyarakat bersedia membantu menyerahkan pelaku kejahatan tersebut dan mendukung pihak Polri dalam penegakan hukum terhadap pelaku.
  5. 6.Apabila terjadi kejadian kejahatan ataupun pelanggaran di masyarakatnya kedua belah pihak berjanji tidak akan main hakim sendiri dan bersedia menyerahkan pelaku kejahatan kepada pihak Polres.

Sampai berita ini dilaporkan, situasi di kedua daerah itu sudah dalam kondisi yang cukup khondhusif. (sal/pon/wan)

 

Print Friendly, PDF & Email