GAWAT…! Pengeboran Minyak Illegal di Jambi Terus Berlangsung

0
218
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Tim Penutupan Illegal Drilling saat melakukan sumur minyak illegaldi Desa Pompa Air, Kecamatan Bajung, Kabupaten Batanghari, dan sekarang sumur minyak illegal itu munul kembali di daerah itu. Poto/istimewa

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Pemerintah Provinsi Jambi dan lembaga terkait lainnya sudah semestinya mengambil sikap tegas terhadap pelaku pengeboran minyak illegal. Ini gawat, aktivitas illegal drilling terus berlangsung dengan dalih mengebor untuk mendapatkan air, seperti yang terjadi di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Tercatat, selama kurun waktu  2016 – 2017, sudah 26 sumur minyak illegal ditutup di daerah itu. Namun sekarang, terdapat puluhan sumur minyak illegal kembali muncul, dan itu dibuktikan terjadinya aksi masyarakat Desa Pompa Air belum lama ini, mendesak pemerintah terkait segera menutup aktivitas illegal drilling yang dianggap membahayakan masyarakat dan selanjut merugikan Negara.

Legal & Relation Asset I Pertimana EP Jambi, Andrew yang didampingi Septrian dan Yelly staf dibidangnya itu kepada reporter brandanews.co.id belum lama ini mengungkapkan, pengeboran minyak illegal terjadi di areal kerja Pertamina EP Jambi yang lahannya belum diganti rugi kepada masyarakat.

Sesuai Undang – Undang, kata Andrew, masyarakat tidak dibenarkan melakukan aktivitas illegal drilling di areal kerja Pertamina EP Jambi walaupun lahan milik masyarakat itu belum diganti rugi. “Tidak diperbolehkan sesuai aturan dan perundang – undangan adanya aktivitas drilling karena itu dianggap illegal yang sangat membahayakan keselamatan masyarakat yang berada disekitarnya,” terang Andrew.

Menurut Andrew, Desa Pompa Air, salah satu daerah di Provinsi Jambi memiliki kandungan minyak dan gas yang cukup besar di areal kerja pihaknya, sehingga diprakirakan sedikitnya dari hasil pengeboran minyak illegal itu setiap harinya bisa mencapai tiga drum minyak mentah, dan minyak illegal inilah yang selanjutnya diolah dan dipasarkan secara gelap.

Pihak kami, kata Andrew, tidak mengetahui secara persis siapa yang mendorong masyarakat itu menjadi berani melakukan aktivitas illegal drilling yang sangat membahayakan. Padahal, Pemerintah Provinsi Jambi bersama tim penutupan illegal drilling, 2 Oktober 2017 lalu, telah melakukan penutupan puluhan sumur minyak illegal secara resmi, dan selanjutnya dipasang papan peringatan dilarang melakukan aktivitas illegal drilling di daerah itu.

“Sudah dilakukan penutupan secara resmi 26 sumur minyak illegal, dan malah sekarang muncul lagi puluhan sumur minyak illegal lainnya yang juga berlangsung di  daerah itu,” kata Andrew, sembari mengatakan sudah dua kali dilakukan penutupan dan rencananya pekan depan akan dilakukan penutupan yang ketiga kalinya terhadap sumur minyak illegal tersebut.

Dijelaskan Andrew di akhir keterangannya, produksi minyak mentah Pertamina khusus wilayah kerja Jambi, dalam seharinya mencapai antara 3. 300 – 3.400 barel/hari, sedangkan untuk produksi gas di daerah ini mencapai 3 juta kaki kubik/hari. Artinya, Jambi memiliki kandungan minyak dan gas yang cukup besar.  (sal/fri/jul)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *