BRANDANEWS.CO.ID – Roda perekonomian Jambi terancam mandek. Artinya, kondisi saat ini gawat karena tercatat penyerapan anggaran triwulan pertama tahun 2017 hanya mencapai 5 persen, sedangkan semestinya harus mencapai 16 persen.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Cornelis Buston dalam keterangannya kepada reporter brandanews.co.id, Kamis (27/4-2017) ketika dihubungi melalui ponselnya mengatakan, dampak dari cukup rendahnya penyerapan anggaran yang baru hanya berkisar 5 persen, tentunya jelas akan membahayakan roda perekonomian daerah ini.

Apalagi, dikatakan politisi Partai Demokrat (PD) Jambi itu, jika penyerapan anggaran tidak tercapai, ancaman bagi daerah ini akan berimbas pada pemotongan anggaran tahun depan yang dilakukan pihak Kementerian Keuangan seperti yang terjadi tahun sebelumnya.

“Kita berharap, Pemerintah Provinsi Jambi dapat bekerja ekstra agar penyerapan anggaran yang sebegitu rendahnya tidak berimbas terhadap pemotongan anggaran nantinya,” kata Cornelis.

Selanjutnya, Cornelis menyebutkan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jambi tahun 2017 mencapai Rp 4, 4 trilun, bukan berarti meningkatnya anggaran tersebut karena naiknya perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi karena masuknya anggaran gaji guru SMA dan SMK yang sekarang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

Menurut Cornelis dalam keterangan, rendahnya penyerapan anggaran yang terjadi sekarang ini, salah satu akibat banyaknya SKPD yang masih berstatus Pelaksana Tugas (PLT) sehingga mengkuatirkan mereka untuk melaksanakan pencairan anggaran dimasing – masing dinas yang mereka pimpin.

“Sekarang ini, banyak PLT Kepala Dinas yang kuatir untuk memproses penyerapan anggaran, sehingga kondisi itulah yang akhirnya berdampak rendahnya penyerapan anggaran yang saat ini baru berkisar 5 persen itu,” terangnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Jambi Zoerman Manap juga mengakui hal serupa, dan ini tentunya kondisi peyerapan anggaran secara otomatis akan berdampak buruk terhadap jalannya roda perekonomian. “Semuanya mampet perekonomian, selanjutnya akan berimbas kepada masyarakat secara luas,” terang Zoerman.

Seperti diungkapkan politisi Partai Golkar Jambi, pihaknya telah mengikatkan saat pembahasan LKPJ Gubernur Jambi belum lama ini, salah satu penyebab rendahnya penyerapan anggaran itu diakibatkan adanya keraguan pejabat SKPD yang masih berstatus PLT untuk menandatangani kontrak kerja pembangunan.

“Sejak awal, Partai Golkar sudah mengingatkan dan meminta agar Gubernur Jambi segera menempatkan pejabat SKPD defenitif agar tidak menimbulkan kekuatiran pejabat di masing – masing dinas yang ada,” katanya.

Meninggung soal penyerapan anggaran pembangunan fisik yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jambi, sangat membahayakan karena dalam pelaksanaan pembangunan sudah dihadapkan dengan persoalan musim penghujan sehingga akan terjadi kendala dalam pelaksanaannya.

Apalagi tambahnya, kondisi musim penghujan yang diperkirakan meleset dari jadwal, seperti April – Oktober 2017, tetapi sekarang sudah masuk musim penghujan, sementara penyerapan anggaran yang sudah masuk triwulan ke dua bulan kedua baru sekitar 5 persen.

“Artinya, ini jelas sangat membahayakan tidak saja roda perekonomian tetapi juga akan mengancam percepatan pembangunan Jambi, dan belum lagi sekarang ini tidak sedikit pejabat di eselon III dan IV yang mengambil mundur dari jabatannya” ujarnya.

Seperti itu juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Jambi Chumaidi Zaidy, dampak dari tidak baiknya penataan birokrasi pemerintahan, dan itu dibuktikan dengan banyaknya pejabat di tingkat SKDP yang berstatus PLT sehingga ini juga suatu ancaman bagi Pemerintahan Provinsi Jambi, karena tidak berjalannya roda perekonomian dan pembangunan yang diakibat kondisi itu.

“Kita berharap Pemerintah Jambi jangan lagi berlarut – larut dalam kondisi yang sangat membahayakan itu, karena sekarang ini waktu penyerapan anggaran sudah semakin dekat berakhir, sementara untuk mengejar target penyerapan anggaran paling tidak bisa mencapai 16 persen,” kata politi PDI-Perjuangan Jambi tersebut. (sal/jul/fik)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *