GAWAT: Tender Proyek Air Bersih Senilai Rp 46 Miliar Lebih, ULP Tanjab Barat Buat Perpres Sendiri

Robert Pardede ketika memberikan keterangan kepada reporter brandanews.co.id, Selasa (22/5-2018). poto/wan

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjab Barat) Kelompok Kerja 14, Tahun 2018, secara resmi dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, ULP Tanjab Barat membuat Peraturan Presiden (Perpres) yang selama ini tidak pernah ditandatangani Presiden Republik Indonesia, yakni Perpres Nomor 54 Tahun 14010, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan diubah dengan Perpres No 4 Tahun 14015, tentang E-Tendering.

Dan selanjutnya, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 44 tahun 14015, tentang penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja jaminan kematian, dan Peraturan Menteri PU/PERA Nomor 31 tahun 14015.

Ini jelas membingungkan peserta tender, demikian dikatakan Robert Pardede yang merupakan Direktur PT Rogantina Jaya Sakti, sehingga ULP itu Ia laporkan terkait tender proyek peningkatan akses jaringan pipa air bersih yang menelan anggaran Rp 46. 513.090.000,00, dan proyek inipun dimenangkan PT Putra Kencana.

Dalam keterangannya kepada reporter brandanews.co.id, Selasa (22/5-2018), dikatakan Robert Pardede, selain adanya Kepres yang dibuat – buat pihak ULP Tanjab Barat tersebut, disisi lain juga terungkap tender yang dimenangkan PT Putra Kencana kental dengan nuansa persekongkolan.

Sebab, kata Robert, mengingat harga penawaran terkoreksi sangat mendekati Harga Penawaran Sendiri (HPS) yakni 98,50 persen, sementara masih ada perusahaan peserta tender lainnya yang menawar jauh dibawah perusahaan yang dimenangkan dalam tender tersebut.

Disamping itu, PT Putra Kencana, seperti dikatakan Robert, banyak sekali kesalahan dalam mengikuti proses tender, seperti tidak mencantumkan nama kota (daerah) sebagai alamat kantornya, termasuk juga tidak menyebutkan nilai rupiah dari nilai penawaran yang mereka ajukan.

“Perusahaan lain dikalahkan karena berbagai alasan yang dicari – cari, sementara PT Putra Kencana dimenangkan sehingga ULP sanggup membuat Kepres sendiri yang tidakj pernah diterbutkan presiden,” ujarnya.

PT Rogantina Jaya Sakti, dalam penjelasan Robert Padede, karena kentalnya nuansa persekongkolan yang dilakukan ULP untuk memenangkan PT Putra Kencana, sehingga perusahaannya melaporkan hal itu ke Sekretaris Negara (Setneg) untuk selanjutnya ditem,buskan ke Presiden RI, Mendagri, dan kepada seluruh peserta tender. (sal/wan/pon)

Print Friendly, PDF & Email