“Goblok” Mending Ketimbang Pintar tak Bersikap

Terkandang, selalu tersudut dikelompok yang menganggap kehidupan cukup dengan retorika. Padahal, lebih sering anggapan itu menuai kesalahan dari pada benarnya.
Hidup, adalah perbuatan, dan karena itulah tak menjadi salah dan justru bisa dibenarkan jika yang goblok itu jauh lebih dianggap mendingan karena perbuatan dan sikapnya, ketimbang yang dianggap atau mengaku pintar dan merasa paling paham namun tak pernah mampu bersikap.
Sisi kehidupan semacam ini, bisa diartikan secara luas tak lebih bagus yang pintar dari yang goblok, terkadang hal itu sering terlupakan padahal sudah sacara nyata mesti diakui, berbuatlah dan sudah semestinya hal itu akan lebih bermanfaat bagi orang disekitar kita, walaupun perbuatan itu salah dilakukan oleh yang goblok itu.
Pintar, namun selanjutnya tak mampu bersikap pastinya tak akan mampu mengubah apapun dalam suatu kehidupan, dan malah celakanya, keberadaan orang pintar disekeliling kita karena tak memiliki kemampuan untuk mengatakan kebenaran itu kebenaran, dan kesalahan itu suatu kesalahan, pastinya akan jauh lebih bagus goblok mengatakan kesalahan menjadi suatu kebenaran, dengan demikian itulah sehingga pengakuan kesalahan menjadi kebenaran dapat diperbaiki.
Berbuat jauh lebih dapat dimaknai, ketimbang pintar tak mampu menyikapi, dan biasanya model manusia yang juga harus diakui merupakan ciptaan Tuhan itu, biasanya terbaca secara psikologis masuk dalam kelompok yang teramat dekat untuk bisa dengan mudah melakukan perbuatan penghiatan karena terobang ambing. ‘Angin ke barat ikut kebarat, dan angin ke timur malah ikut ketimur’, paling tidak seperti itu.
Artian lain, kelompok pintar yang modelnya seperti itu biasanya bisa dimaknai sebagai yang tak pernah akan mengakui kelebihan orang lain, dan selanjutnya bisa pula dapat dikatagorikan sebagai kelompok yang cenderung bergairah jika: Senang Melihat Susah dan Susah Melihat Senang (SMS) bagi orang disekitarnya.
Justru itu, apa yang diuraikan diatas tadi, selanjutnya goblok pun akhirnya akan jauh lebih dianggap pintar ketimbang pintar tak sama sekali mampu bersikap sebagai wujud perbuatannya. Seperti apa menurut Anda ? Silahkan bersikap karena hidup adalah perbuatan. (***)

Noer Faisal                                                                                                               Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email