GRAKK Awasi Ketat Proses Tender Proyek APBN 2018 di Jambi

Muhammad Hasan, Koordinator GRAKK. poto/ist

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Gerakan Rakyat Korban Kebijakan (GRAKK), tetap akan mengawasi proses tender proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 di Provinsi Jambi.

Upaya ini, dikatakan Koordinator GRAKK Muhammad Hasan, sebagai bentuk menghentikan praktik tender ‘akal – akalan’ yang selama ini terjadi sehingga berdampak merugikan keuangan negara.

“GRAKK berjanji jika nanti ditemukan adanya tender persekongkolan antara pihak pemenang tender dengan pejabat pemerintah yang melaksanakan proses tender itu, akan membawa kasus itu untuk mendesak lembaga penegak hukum, seperti KPK, Kejagung dan Polri supaya diusut,” terang Hasan kepada reporter brandanews.co.id, Jum’at (9/3-2018).

Sekarang ini, pihaknya, kata Hasan, sedang memplototi (melihat) jalannya proses tender yang dilaksanakan Unit Layanan Pengadaan Kelompok Kerja (Pokja) 2 Cipta Karya ULP Jambi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA).

Sebab diungkapkan Hasan, dari sejumlah paket pekerjaan yang sudah ditenderkan tetapi belum juga diumumkan, menimbulkan dugaan bakal terjadinya persekongkolan apalagi nanti perusahaan peserta tender dengan penawaran terendah dikalahkan dengan cara – cara yang tidak professional.

“Ada beberapa paket proyek pembangunan jaringan perpipaan SPAM yang sedang diawasi pihaknya,” terang Hasan.

Selain itu, GRAKK juga akan mengawasi proses tender yang dilaksanakan di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV.

“GRAKK secara ketat akan mengawasi proses tender itu, dan ini tentunya supaya tender yang dilaksanakan tidak terjadi persekongkolan, sehingga akhirnya tidak saja merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak buruk terhadap hasil kerja pembangunan itu,” demikian diungkapkan Hasan. (sal/dik/pon)

Print Friendly, PDF & Email