HA Bakri: Akses Kerinci Terus Diperjuangkan Namun Tersandung APBN

HA. Bakri saat diwawancarai reporter brandanews.co.id, Sabtu (2/2-2019). Poto/nofri

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Anggota Komisi V DPR-RI HA Bakri dalam keterangannya kepada reporterbrandanews.co.id, Sabtu (2/2-2019) mengatakan, Ia terus memperjuangkan penanganan ruas jalan nasional akses Kabupaten Kerinci, termasuk pelebaran badan jalan yang belum masuk standar jalan nasional.

Hendri Jamal, Kasatker PJN Wilayah II Jambi. poto/nofri

Menurut Bakri, dirinya sudah lama mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PR) supaya akses jalan nasional yang menghubungkan Kerinci – Batas Sumatera Barat, dan akses badan jalan menuju Bandara Depati Parbo diperlebar.

Namun, kata Bakri yang merupakan anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Jambi, Ia sudah lama berteriak di parlemen supaya penanganan ruas jalan itu mendesak namun persoalannya tersandung masalah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

HA Bakri, Anggota Komisi V DPR-RI. Poto/nofri

“Ketersediaan APBN yang tidak ada. Tetapi, saya akan terus perjuangkan supaya ruas jalan tersebut ditangani apalagi menyangkut badan jalan di Kabupaten Kerinci yang belum masuk standar jalan nasional,” terangnya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jambi, Hendri Jamal mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan jalan akses Bandara Depati Parbo Kerinci.

Menurut Hendri Jamal, usulan yang diajukan pihaknya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PR), sepanjang 11,5 kilometer, dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 88 miliar.

Kondisi Akses Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Kerinci – Batas Sumatera Barat. Poto/nofri.

“Sudah, sudah kita usulkan, dan kita berharap usulan itu dapat segera direalisasikan sehingga dapat dilaksanakan pembangunan jalan akses bandara di Kabupaten Kerinci itu,” terang Hendri.

Selain itu, Kasatker PJN Wilayah II Jambi, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi – Kepulauan Riau (Kepri) Hendri Jamal juga mengungkapkan, selain mengusulkan pembangunan jalan akses Bandara Depati Parbo Kerinci yang hanya memiliki lebar 4,5 meter menjadi 7 meter, pihaknya juga mengusulkan pelebaran badan jalan di daerah itu sepanjang 118 kilometer.

Seperti, ruas jalan nasional yang menghubungkan Bangko, Kabupaten Merangin – Kabupaten Kerinci, dan Kota Sungai Penuh – Batas Tappan, Sumatera Barat, maupun Sungai Penuh –Letter W, Batas Sumatera Barat.

Badan jalan yang hanya 4, 5 meter, jelas, kata Ia,  sangat membahayakan, terlebih lagi tidak sedikit yang mengalami longsor seperti akses jalan nasional yang menghubungkan Sungai Penuh – Batas Tappan.

“Jika terjadi longsor, dipastikan akan menghambat arus transportasi dan selanjutnya meningkatkan biaya angkut yang berlipat lipat tingginnya,” ujar Hendri Jamal. (wyu/fri/noerfaisal)

Print Friendly, PDF & Email