HANCUR EKONOMI RAKYAT: Akses Jalan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro jambi Terancam Putus

????????????????????????????????????

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, terancam putus di beberapa titik.

Akibatnya, masyarakat khusus petani kelapa sawit maupun karet yang selama ini menggunakan akses jalan tersebut ketumpu sialnya, karena kedua komoditi itu sekarang harganya terpuruk, dan selanjutnya diperparah karena mahalnya ongkos angkut.

Reporterbrandanews.co.id, Senin (28/5-2018) melaporkan, akses jalan Desa Petaling, Kecamatan Sungai Gelam, sekarang terjadi kerusakan cukup parah dari mulai Paal 2 hingga ke Paal 18.

Rasiman (46) salah seorang petani kelapa sawit yang sangat mengeluhkan kondisi jalan rusak parah di Desa Petaling, Kecamatan Sungai Gelam. Poto berikutnya, beginilah kondisi jalan terancam putus di Paal 18, Kabupaten Muarojambi. Poto/pono

Bahkan, dititik Paal 17 dan Paal 18, ruas jalan di daerah ini terancam putus, sehingga tidak jarang dijumpai truk – truk bermuatan kelapa sawit maupun karet yang terbenam di badan jalan karena kerusakannya yang begitu parah.

“Sebenarnya sepanjang ruas jalan akses Kecamatan Sungai Gelam hingga ke Sp Trans Pir mengalami kerusakan cukup parah. Tetapi, ada beberapa titik yang kondisinya terancam putus jika segera tidak ditangani,” demikian dikatakan Rasiman (46), salah seorang petani kepala sawit.

Rasiman saat dijumpai ketika mobil truk Cold Diesel bermuatan sawit miliknya terbenam di Paal 18 mengatakan, kondisi seperti ini sering dialaminya, dan bahkan sempat harus menginap beberapa hari karena kendaraan bermuatan sawit miliknya itu terperosok tanpa ada pertolongan.

Kondisi jalan rusak seperti sekarang ini, dikatakan Rasiman, petani sering dirugikan pihak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan cara menekan harga. “Sekarang harga buah sawit tinggal Rp 600/kilo, dan itupun kalau kualitasnya bagus,” ujarnya.

 

Jelas berdampak sekali kerusakan jalan terhadap ekonomi petani. “Sudahlah ongkos angkut menjadi mahal malah harga buah terus di tekan – tekan pihak PKS, dan ini disebabkan pihak pabrik tau persis betapa sulitnya petani jika buahnya tidak dibeli, atau ditolak dengan berbagai alasan,”  ungkapnya.

Kami sebagai petani yang sangat membutuhkan kondisi jalan yang baik untuk menjual hasil produksi kebun, sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Muarojambi, segera melakukan perbaikan jalan tersebut.

Hal senada juga dikatakan petani karet, Supri (35), menurut Ia, sejak jalan akses Sungai Gelam mengalami kerusakan parah, justru harga karet juga merosot tajam. “Saat ini harga karet di daerahnya tinggal Rp 5.600/kilo. Toke karet hanya mau beli kalau seharga itu, tetapi petani tak dapat menolaknya karena mengalami kesulitan untuk mengangkutnya sendiri ketempat penjualan,” ujarnya.

Sementara, pengemudi truk yang lain, seperti Sugeng (43) mengatakan, Ia selalu mengeluh jika membawa bahan material bangunan ke daerah ini, apalagi nasib petani karena kondisi jalan yang sebegitu parah rusaknya.

Sudah lama jalan rusak seperti ini. Tetapi anehnya, kata Sugeng, justru pemerintah daerah seakan tidak tanggap untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut. Padahal, masyarakat tidak saja petani terus dibebani dengan pungutan pajak dan sebagainya yang sebenarnya sangatlah memberatkan.

“Pak Gubernur, maupun Ibu Bupati Muarojambi jangan diam saja, sekarang jalan rusak parah di daerahnya,” kata Sugeng, dengan nada berharap kepada kedua kepala daerah itu untuk segera melakukan perbaikan. (sal/pon/wyu)

Print Friendly, PDF & Email