HARGA KARET JATUH, SAH SEBUT PEMERINTAH HARUS SERIUS CARI SOLUSI

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Harga komoditas karet dalam negeri dalam lima tahun terakhir masih terpuruk. Persoalan ini ditanggapi oleh Anggota DPR / MPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) yang menyatakan sikap pemerintah yang seolah-olah tak kunjung mampu menemukan solusi.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini ekspor karet Indonesia selama semester I 2019 mengalami penurunan hingga 200 ribu ton. Penurunan ini disebabkan jatuhnya produksi akibat wabah penyakit tanaman karet menyusul rendahnya daya beli petani untuk membeli obat dan pupuk untuk merawat tanamannya.

Walaupun pemerintah sudah berupaya untuk membeli dan menyerap karet petani, SAH menilai pemerintah memang tak serius mengurusi masalah ini.

SAH pun mempertanyakan kepedulian Pemerintah terkait solusi masalah ini, karena meski pasokan karet lebih ditentukan oleh mekanisme pasar dunia, pria yang lama menekuni dunia perkebunan ini mengatakan pemerintah harus membenahi masalah perkebunan ketimbang menyerahkan pada Kementerian teknis yang menganggap enteng masalah ini.

“Pemerintah gak ngurus masalah karet, Komoditas kebun itu jangan dianggap enteng. Makanya Dirjen Perkebunan jangan di bawah Kementan,” ungkap ketua DPD HKTI Provinsi Jambi tersebut.

SAH pun sampai meminta agar urusan komoditas perkebunan sebaiknya tidak lagi diurusi Kementan, agar pemerintah lebih serius masalah perkebunan. Padahal, menurutnya, komoditas perkebunan cukup menentukan nasib perdagangan Indonesia di pasar internasional.

“Saya di HKTI berulang kali bicara minta Dirjen perkebunan pisah. Kementan jangan urusin pangan terus. Ngapain petani disuruh menderita di tengah sawah. Komoditas kebun sawit dan karet sangat menentukan di perdagangan internasional tapi kita gak diurusin,” pungkasnya.(wyu/jul/wal)

Print Friendly, PDF & Email