Harga Pinang di Tanjabtim Rp 18 Ribu/Kilo gram

0
27
Ambo Upek bersama isterinya, setiap hari melakukan aktivitas mengocek buah pinang dan selanjutnya mereka jemur untuk bisa menghasilkan pinang berkualitas kering. poto/pon

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Harga pinang di Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) masih tertahan di harga Rp 18.000/kilo, dan terkadang terjadi gejolak harga turun namun hanya dikisaran Rp 2.000/kilo.

“Sudah hampir sebulan ini harga pinang kering tertahan dikisaran harga Rp 18.000/kilo, dan memang ada beberapa kali harga mengalami penurunan tetapi tak berselang lama kembali naik seperti harga sekarang ini,” kata Ambo Upek (60), salah seorang petani pinang di Desa Sinar Wajo, Kecamatan Mendahara Ulu kepada reporter brandanews.co.id, Senin (25/9-2017).

Menurut Ambo Upek, dalam sebulan Ia hanya bisa memproduksi pinang kering sebanyak 100 kilo, dan ini dikarenakan buah pinang yang diperoleh dari kebun miliknya dipungut setelah jatuh karena pohon pinang yang ada itu sudah cukup tinggi.

“Terpaksa buah pinang itu ditunggu jatuh karena sudah tidak mungkin dikait disaat buah pinang itu berwarna merah, seperti kebanyakan yang dilakukan petani disini,” terangnya.

Kondisi itulah, sehingga penghasilan dari penjualan pinang kering yang dikelola bersama isterinya itu sangat kecil. “Mestinya, kebun pinang miliknya harus sudah kembali diremajakan, tetapi banyak faktor yang menghambat termasuk karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Ia,

Dalam keterangannya, Ambo Upek mengatakan, masyarakat di daerahnya selain sebagai petani pinang, rata – rata juga memiliki kebun sawit, disamping itu ada juga yang hidup sebagai nelayan. (sal/jul/pon)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *