Harga Sawit Juga Terperosok Tetapi Tidak Separah Karet

0
74
Petani sawit di Desa Tanjung Rejo, Margoyoso, Kabupaten Merangin juga menghadapi hantaman anjloknya komoditi perkebunan yang mereka hasilkan. poto fay
BRANDANEWS.CO.ID – Petani kelapa sawit di Desa Tanjung Rejo, Margoyoso, Kabupaten Merangin, juga dalam kondisi galau karena harga sawit yang mereka hasilkan terus terperosok walaupun tidak separah anjloknya harga karet.
 
Demikian diungkapkan dua petani kelapa sawit, Medi (35) dan Nurcholis (43) kepada reporterbrandanews.co.id, Sabtu (8/7-2017).
 
“Sekarang ini harga sawit ditingkat tengkulak hanya 1.240 per kilo, sedangkan harga pabrik Rp 1.420 per kilo,” kata mereka.
 
Namun menurut Nurcholis, walaupun harga sawit mengalami penurunan, tetapi tidaklah separah harga karet yang sekarang tinggal Rp 6.000 per kilo, dan itupun sudah merupakan karet kualitas baik.
 
Turunya harga kepala sawit, kata Nurcholis sudah berlangsung lebih dari setengah tahun. “Kami sebagai petani tidak mengetahui mengapa harga sawit itu turun, sementara harga kebutuhan bahan pokok terus melambung,” katanya.
 
Disisi lain, seperti diungkapkan Medi, kualitas buah sawit yang mereka tanam kualitasnya kurang baik karena kebun sawit kebanyakan yang dimiliki petani terhimpit dengan kebun karet. 
 
“Tanaman sawit terganggu produksinya karena kalah dengan tanaman karet, sehingga sekarang mulai banyak petani karet yang merubah tanamannya ke kelapa sawit,” ujarnya. (sal/pon/sid)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *