Illegal Drilling (Sumur Minyak Illegal) di Kabupaten Batanghari Masih Terus Berlanjut

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Sampai saat ini, aktivitas pengeboran minyak illegal, atau illegal  drilling  di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi masih terus berlanjut. Bahkan, sedikitnya terdapat ratusan sumur minyak yang ditinggalkan pihak penambang illegal.

Reporterbrandanews.co.id, Sabtu (16/3-2019) melaporkan, aktivitas illegal drilling di Kabupaten Batanghari yang paling parah terdapat saat ini  di Desa Pompa Air dan Desa Bungku, Kecamatan Bajubang. Selain itu juga dilaporkan, titik pengeboran illegal drilling sudah memasuki kawasan Hutan Konservasi Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin yang luasnya mencapai 15. 836 hektar.

Selanjutnya, hasil penambangan minyak illegal di daerah itu diangkut ke Pasar VI Ness  dan sebagian ada yang di bawa ke daerah  Bayat, Sumatera Selatan untuk disuling sebelum dipasarkan.

Keterangan yang berhasil diperoleh reporterbrandanews.co.idmenyebutkan, sumur – sumur minyak hasil pengeboran illegal itu ditinggalkan begitu saja oleh pihak penambang dan berpindah mencari lahan yang baru setelah produksi minyaknya habis.

Begitulah seterusnya, seperti dikatakan mereka sehingga kondisi ini mengancam kerusakan lingkungan yang terus meluas di Kabupaten Batanghari. Sedangkan kabar lain, pengeboran minyak illegal itu sekarang berpindah ke daerah Sungai Bahar, Kabupaten Muaro jambi.

“Aktivitas penembangan minyak illegal ini harus segera dihentikan karena ancamannya cukup tinggi terhadap kerusakan lingkungan dan membahayakan warga sekitar,” katanya yang minta namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan ini. (wyu/sal/jul)

Print Friendly, PDF & Email