BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli sudah ditahan karena melakukan tindak kejahatan korupsi, dan sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga berhasil menangkap sejumlah pejabatnya, yakni Pjs Sekda Jambi Erwan Malik, Pjs Kadis PU/PR Jambi Arfan, Asisten III Setda Jambi Saipuddin, dan Supriono Anggota Banggar DPRD Jambi, dalam kasus suap yang sekarang perkaranya sedang digelar di Pengadilan Tipikor Jambi.

Kisah ini tragis bagi masyarakat Jambi, dampak dari negeri yang dipimpin pejabat korupsi itu berakibat hancurnya geliat roda pembangunan, dan itu salah satunya dibuktikan dengan hancurnya ruas jalan sepanjang lebih kurang 10 kilometer yang menghubungkan Sungai Gelam – Petaling (Paal 17 – Paal 18), Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.

Beginilah kondisi kerusakan ruas jalan akses Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi. Poto/wahyu

Reporter brandanews.co.id, Kamis (12/4-2018) melaporkan, kerusakan parah ruas jalan akses Sungai Gelam tersebut, telah mengakibatkan terpuruknya perekonomian masyarakat karena sulitnya mengangkut  komoditi yang dihasilkan untuk dipasarkan petani di daerah itu, seperti kelapa sawit, karet dan komoditi pertanian lainnya.

“Ongkos angkut akibat jalan rusak ini mengalami kenaikan hingga mencapai 60 persen dari biasanya, dan belum lagi dampak dari kerusakan jalan itu hambatan terjadi diperjalanan, seperti truk terbalik, dan kecelakaan,” kata Herman (56) salah seorang petani karet di Sungai Gelam.

Masyarakat di daerah ini miris nasibnya akibat jalan rusak, kata Herman, sementara justru pejabat di daerah ini terus menerus melakukan tindakan korupsi seperti yang dilakukan Gubernur Jambi Zumi Zola yang sekarang di tahan KPK itu. “Tidak disangka Zumi Zola melakukan tindakan bodoh yang memalukan tersebut karena tergiur untuk merampok uang rakyat,” katanya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Desa Kebon IX Suwanto mengatakan, kerusakan parah jalan di daerahnya tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, dikatakan Ia, dirinya bersama warga sempat melakukan aksi demo ke kantor Gubernur Jambi, dan juga sempat memblokir jalan yang kondisinya sekarang semakin parah kerusakannya.

“Pemerintah baru sekitar seminggu ini menurunkan alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut, tetapi kondisi jalan itu sudah semakin parah dan sulit untuk dilalui,” ujar Suwanto.

Pejabat Humas PU/PR Jambi Ivan yang dikonfirmasikan reporter brandanews.co.id mengatakan, akses jalan Sungai Gelam sebelumnya merupakan jalan strategis Provinsi Jambi yang perbaikannya dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Muarojambi atau Pemerintah Provinsi Jambi.

Sedangkan panjang jalan tersebut, kata Ivan, sekitar 17 kilometer hingga Sp Bumi Perkemahan, tetapi baru 2018 jalan itu diterbitkan SK-nya menjadi jalan provinsi, dan sekarang sedang direncanakan perbaikan, nanti tahun 2019 baru dapat dilaksanakan pembangunannya.

Kalau sekarang ini, dijelaskan Ivan, ada perbaikan yang dilaksanakan di ruas Jalan Sungai Gelam, itu sifatnya swakelola yang dilakukan pengerjaannya oleh pihak UPTD Alkal. (sal/wyu/pon)

SHARE
Previous articlePlt. Gubernur Tekankan OPD Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat
Next articlePlt Gubernur Jambi Diminta Waspadai Pembisik Sesat
Mengungkap fakta, bukan sekedar Opini!! Apapun yang termuat dalam brita di brandanews.co.id merupalan berita yang dikirim dari reporter dan sudah disetujui oleh redaksi untuk dimuat, segala macam pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab reporter dan redaksi, admin hanya bertugas untuk menyunting kata, meng edit foto dan peng uploadnya ke website brandanews.co.id dan apabila ada kesalahan dalam pemberitaan akan segera dikoordinasikan dengan redaksi untuk ditindaklanjuti dan dipublikasikan atas kesalahan tersebut atau akan dicabut pemberitaanya. kritik dan saran bisa disampaikan melalui email : [email protected]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *