Jangan Dengki, Berpuasa Ramadhan Tiba

Marhaban ya Ramadhan, Sabtu (27/5-2017)) merupakan hari pertama kita umat Islam melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Seperti kita ketahui, Ramadhan merupakan bulan penuh pengampunan dosa. Artinya, kalau selama ini kita sadar maupun tidak telah berbuat dosa di bulan inilah dosa dapat diampunkan jika kita sadar untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan kejahatan yang berujung dosa itu.

Kehidupan dengan dosa, dan sebaliknya kehidupan yang dibungus dengan pahala denyutnya bersamaan, hanya saja yang membedakannya antara perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang dilakukan secara sadar atau tidak bisa menjadi  pertimbangan sehingga nantinya mudah untuk membedakannya.

Hanya saja persoalannya, terkadang akibat sifat dengki yang terus berkesumat di dalam kehidupan kita justru selian perbuatan itu menimbulkan dosa bagi kita. Justru, akan semakin diperparah karena sifat dengki itu membuat diri semakin mudah terserang beragam penyakit.

Apalagi, sifat dengki yang ada di kita tak mampu dikelola sebagai motivasi dalam kehidupan, sehingga tak jarang diakui akibat sifat dengki yang sebegitunya berkesumatnya, hingga akhirnya kita baru merasa menang kalau mampu melihat “Senang Melihat Susah, dan Susah melihat Senang’ (SMS).

Manusia seperti ini, tentunya tidak sedikit berada disekitar kehidupan kita. Bahkan, jantungnya mendadak terganggu, selera makannya terganggu, nafsu hidupnya mendadak hilang, dan celakanya hanya karena tetangga dihadapan kita mampu membangun rumah lebih baik dari rumah kita. Atau, tetangga di sebelah kanan kita ternyata tak kita duga mampu membeli mobil mewah yang konon diluar pemikiran kita karena terbelenggu dengan sifat SMS itu.

Kalau sifat dengki itu yang terjadi kepada diri kita, maka tidak menjadi heran dan tidak mesti pula terheran heran kalau orang seperti itu mulai akan ditunjukan Tuhan karena sifat dengkinya itu membuat dirinya sendiri seperti orang hidup tetapi tubuhnya layu, jalannya tertatih tatif, dan berkemungkinan akan terhukum dengan perbuatannya sendiri.

Kalau kondisinya sudah seperti itu. Hanya ada satu jalan untuk memperbaikinya, dengan menghilangkat sifat dengki, tidak perlu merasa susah melihat tetangga yang hidupnya lebih baik dari kita. Kerjakanlah semuanya dengan ikhlas karena keihlasan itu adalah obat mujarab dari Tuhan untuk mengobati penyakit yang ada di kita karena sifat dengki tersebut. Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan di bulan yang penuh berkah ini. Aamiin ya Rabbal’alamin. (***)

Noer Faisal / Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email