Kanti Ombudsman Desak Bawaslu Sungai Penuh Bawa Kasus Money Politik Proses Hukum

Ilustrasi

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Ketua Kanti Ombudsman Jambi, Taufik Yasak mendesak agar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sungai Penuh, membawa kasus money politik, atau politik uang yang sedang mereka tangani ke dalam proses hukum.

Sebab, kata Taufik Yasak kepada reporter brandanews.co.id, Jumat (19/4-2019), dengan dibawanya kasus politik uang itu ke dalam proses hukum nantinya akan menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga, kalau money politik itu merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh dilakukan dalam proses Pemilu.

“Tentu, kita harapkan kasus money politik yang melibatkan calon legislatif (Caleg) Gerindra di daerah itu, tidak hebohnya hanya di media, tetapi harus juga kasus itu berproses hukum,” terang Taufik Yasak.

Ya, kita desak, kita minta, dan kita harapkan, terang Taufik Yasak, supaya kasus money politik yang terjadi di Kota Sungai Penuh itu dilaporkan kepada pihak penegak hukum, dan ini akan kita awasi, terangnya.

Sebelumnya, terkait kasus money politik itu, petugas Gakkumdu Bawaslu Sungai Penuh sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang yang tertangkap tangan saat melakukan money politik, Selasa (16/4- 2019) untuk kepentingan meraup suara Pemilu 2019.

Terkait siapa saja yang diamankan itu, adalah mantan Bupati Kerinci Zainal Abidin (44), istrinya Yanti Maria Susanti (42) diketahui anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga kembali maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Gerindra, Edi Saputra (32), pekerjaan swasta dan Ikrar Dinata (41), pekerjaan PNS Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi yang juga Korwil Pendidikan Kecamatan Mendahara Ulu.

Mereka diamankan saat akan sedang melakukan serangan fajar menjelang Pemilu 2019. Penangkapan berawal dari informasi didapati petugas, saat itu petugas gabungan sedang berpatroli mencurigai adanya kegiatan di Hotel Arjuna di kamar hotel bernomor 202. Petugas yang memeriksa kamar tersebut mendapati tiga laki-laki dan seorang perempuan yang merupakan caleg dari Partai Gerindra dari dalam kamar hotel.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti berupa koper berisi uang tunai sekitar Rp90 juta terdiri pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu dan Rp5.000. Selain itu dokumen Pileg, kartu nama caleg, amplop dan kaos berlogo partai. Serangan fajar itu dikabarkan juga untuk memenangkan seorang caleg DPR RI Partai Gerindra nomor urut 3, Murady Darmansyah. (wyu/sal/jul)

Print Friendly, PDF & Email