Kasus Money Politik di Sungai Penuh Masuk Proses Penyelidikan

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi– Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi Win Arifin mengungkapkan, dugaan kasus money politik (politik uang) yang terjadi di Kota Sungai Penuh, masuk dalam tahap penyelidikan.

Sekarang ini, kata Win Arifin kepada reporterbrandanews.co.id, Selasa (23/4-2019), terangnya, penyelidikan terkait kasus money politik itu dilakukan terhadap para saksi yang melihat, mengetahui terjadinya dugaan money politik itu.

“Sedang dilakukan penyelidikan terhadap para saksi yang mengetahui terjadinya kasus politik uang, termasuk adanya dugaan keterlibatkan Yanti Maria, salah satu caleg dari Partai Gerindra,” katanya.

Untuk penanganan kasus penyelidikan itu, kata Win Arifin, tetap ditangani pihak Gakkumdu dan Bawaslu Kota Sungai Penuh. “Proses penyelidikannya sampai sekarang ini dilaksanakan di Kota Sungai Penuh,” terangnya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, Tim gabungan Gakumdu dan Bawaslu Kota Sungai Penuh berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) empat orang satu diantaranya calon legislatif (caleg) dari salah satu partai yang akan melakukan “money politik” atau bagi-bagi uang jelang Pemilu 2019 di daerah tersebut.

“Benar pada Selasa malam (16/4) sekitar pukul 23.00 WIB, anggota Satgas Gakkumdu bersama anggota Bawaslu Kota Sungai Penuh, Polres Kerinci mengamankan empat pelaku yang hendak melakukan aksi bagi-bagi yang jelang Pemilu,” kata Dirreskrimum Polda Jambi, AKBP M Edi Faryadi, di Jambi Rabu (17/4/2019).

Tim gabungan yang sedang berpatroli di kota tersebut mencurigai dan melakukan pemeriksaan di Hotel Arjuna mendapati kamar hotel bernomor 202 mencurigakan.

Lalu tim melaksanakan pemeriksaan kamar tersebut mendapati tiga laki-laki dan seorang perempuan yang merupakan caleg dari Partai Gerindra dari dalam kamar hotel.

Pada saat diperiksa didalam kamar tersebut ditemukan barang-barang berupa koper berisi uang sekitar Rp90 juta terdiri atas pecahan uang Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu dan Rp5.000, kemudian dokumen Pileg, kartu nama caleg, amplop dan kaos berlogo partai. (wyu/dik/sal)

Print Friendly, PDF & Email