Kelompok Ta’un

Pastinya, kita semua tidak ingin masuk dalam kelompok yang dimaknaian sebagai manusia bersifat, dan berprilaku Ta’un. Sebab apa ? Ta’un, bisa diartikan beragam makna tetapi yang jelas bersifat buruk karena Ta’un dimasudkan penyakit hati salah satunya dengki.

Selanjutnya tidak itu saja. Sebab, maksud dari makna Ta’un itu sendiri bisa juga diartikan sebagai sifat setan, iblis yang selalu memberikan contoh yang tidak baik terhadap siapapun yang berada disekitarnya. Tetapi yang jelas, Ta’un yang disifatkan manusia wujud dari prilakunya yang tidak pernah konsisten dalam bentuk nyata kehidupannya.

Soal Ta’un, dan melabelkan sekolompok Ta’un dalam kehidupan manusia itu sendiri merupakan isyarat yang diungkapkan karena apa yang dilakukan oleh kelompok itu sebagai tak ubahnya pecundang yang sifat maupun perbuatannya yang mesti ditolak ataupun diwaspadai dimanapun keberadaannya.

Sehingga, persoalan kelompok Ta’un yang ada dalam ruang pemilihan kepala daerah atau yang lainnya cenderung menjadi penghianatan dan terungkap setelah terjadinya kekalahan politik yang dialami kelompoknya sendiri. Itulah manusia Ta’un.

Itu sebabnya tidak menjadi heran, dalam suatu kemenangan yang kali ini dimisalkan dalam kehidupan berpolitik seperti memilih calon kepala daerah, sifat kelompok Ta’un mengaku akan lebih berjasa dari pada seorang gubernur, bupati, walikota yang terpilih karena kehendak rakyat bukan karena kehendak sekolompok Ta’un.

Itu baru diuangkapkan dengan suatu kemenangan politik dari sekelompok Ta’un karena sifatnya itu. Lantas, bagaimana jika percaturan politik yang dimaksudkan mengalami kekalahan dalam pemilihan itu. Pastinya, kelompok Ta’un akan bersikap berbeda.

Bukan tidak mungkin, kelompok Ta’un sebegitu mudahnya akan saling menyalahkan, dan yang parahnya malah kepala daerah yang selama ini telah memberikan ruang perubahan hidup kepada kelompok Ta’un yang dimaksudkan malah terbalik menyerang karena kekalahan itu.

Kalau ini yang terjadi. Artinya, kelompok Ta’un sedang membangun jurus Setan, membangun metode iblis untuk bisa masuk keruang yang memenangkan pemelihan kepala daerah itu. Makanya, perlu untuk diingatkan kemenangan politik dalam pemilihan kepada daerah dimanapun harus mencegah masuknya manusia yang dilabelkan kelompok Ta’un. Alamak …..! (*)

Noer Faisal                                                                                                               Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email