KEPRIHATINAN SAH TERHADAP ANGKA KEMATIAN BALITA INDONESIA YANG TINGGI

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Kalangan Komisi IX DPR menyoroti angka yang menyebutkan di Indonesia 109.446 anak-anak meninggal dunia pada usia balita di tahun 2018, dibandingkan tahun 2000 yang tercatat sebanyak 261.263 anak-anak.

Keprihatinan ini disampaikan Sutan Adil Hendra (SAH) yang menyatakan cacat paska-kelahiran merupakan penyebab terbesar kematian anak balita antara tahun 2000 dan 2018.

Laporan Demographic Health Survey 2018 di Indonesia juga memperlihatkan situasi yang hampir mirip di mana dalam lima tahun terakhir, 75 persen kematian anak usia balita terjadi ketika anak-anak tersebut belum berusia satu tahun, dan 63 persen dari kematian bayi terjadi ketika mereka baru menjalani bulan pertama setelah kelahiran.

“Saya cukup prihatin dan memberi catatan pada hasil studi yang menyatakan 75 Persen Kematian Balita di Indonesia terjadi sebelum berusia satu tahun, ini harus mendapat perhatian dari pemerintah,” ungkapnya di Jakarta (12/11-2019) kemarin.

Dalam peta demografi kesehatan Anggota Fraksi Partai Gerindra itu menyoroti rasio tertinggi dan rasio terendah angka kematian balita yang mencolok di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya angka-angka tersebut bervariasi di antara berbagai provinsi di Indonesia, di mana provinsi-provinsi di wilayah Indonesia Timur memperlihatkan rasio yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.

Oleh sebab itu SAH mengharapkan prioritas dari program kesehatan perlu diarahkan untuk mengurangi angka kematian bayi ini, dengan jalan intervensi yang tepat untuk mencapai target secara akurat, seperti kegiatan vaksinasi secara massal, tandasnya.(wyu/jul/dik)

 

Print Friendly, PDF & Email