Kisah HBA Punya Cerita, Langkah Zola Sedang Diuji

Sebelum membaca catatan redaksi ini, kita harus sepakat menjaga negeri Jambi sebagai rumah besar bagi kita semua. Lantas, siapapun yang memimpin negeri ini, entah itu yang sebelumnya maupun yang sekarang, jangan dijadikan alat untuk saling menghujat hanya untuk tujuan pembenaran semu.

Sepakat ? kalau kita sudah menyepakati itu, barulah kita melangkah ke depan, dan melihat kebelakang sebagai alat untuk menguji langkah yang sebenarnya agar tidak melenceng ke depan. Sebab, bagaimanapun pemimpin berganti pemimpin pasti punya cerita yang berbeda, dan yang sedang memimpin langkahnya pasti sedang diuji pula.

Di era Gubernur Jambi dua periode H Zulkifli Nurdin (3 Agustus 2005 – 3 Agustus 2010). Dalam perjalannya, harus diakui tidak sedikit pembangunan yang berhasil diwujudkannya, seperti pada sektor infrastruktur, tidak saja terwujudnya akses jalan yang menghubungkan Kota Jambi – Muara Sabak, Ibukota Kabupaten Tanjungjabung Timur, dieranya pula, Jembatan Batanghari II dan Pelabuhan Muarasabak berhasil dibangunnya.

Disamping itu, tidak sedikit sejarah pembangunan yang sudah ditorehan Bang Zul, demikian ayahanda Zumi Zola yang sekarang menjabat Gubernur Jambi, akrab disapa dikalangan wartawan maupun yang lainnya.

Namun di masa Bang Zul itu, tidak sedikit juga tudingan miring yang menghantamnya, termasuk menyangkut urusan pribadi ketika itu. Tetapi, sejarah sudah mencatatnya, kalau Ia merupakan putra terbaik Jambi yang sudah meletakan dasar – dasar pembangunan negeri ini setelah menggantikan Gubernur Jambi sebelumnya (Alm) Abdurrahman Sayoeti.

Tentu begitu juga dengan pengganti H Zulkifli Nurdin, sosok Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (2010-2015), dan akrab disapa HBA, punya sejarah tersendiri dalam membangun Jambi di era kepemimpinannya itu.

Selain berhasil membangun Jembatan Pedestrian yang menghubungkan Kota Jambi – Seberang Kota Jambi, sebagai sarana penghubung untuk pejalan kaki, gubernur yang satu ini juga telah memberikan catatan sejarah pembangunan Jambi, dengan membangun akses jalan bagi masyarakat di Jangkat, Kabupaten Merangin, dan sejumlah daerah lainnya.

Lantas, tudingan miring juga menghantamnya termasuk soal urusan pribadi di era kepemimpinanya. Namun walaupun demikian, baik itu Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin maupun gubernur sebelumnya, dan HBA setelahnya, harus diakui telah mencatat sejarah sebagai putra terbaik Jambi dalam memimpin negeri ini. Apalagi kedua gubernur itu sempat dipilih rakyat di Pilkada langsung.

Sekarang, Jambi yang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sedang berkembang, gubernurnya seorang anak muda yang merupakan putra mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, yakni Zumi Zola Zulkifli.

Zumi Zola yang terpilih dalam pilkada langsung untuk memimpi Jambi 2016 – 2021, masih sedang bekerja untuk mewujudkan mimpinya menjadikan Jambi Tuntas 2021. Sebagai seorang gubernur Ia juga sedang menghadapi banyak tantangan, salah satunya tidak sedikit kondisi infrastruktur di daerah ini yang mengalami kerusakan parah sekarang.

Artinya, Zumi Zola Zulkifli sedang diuji langkahnya memimpin Jambi di periode pertamanya itu. Untuk itu, Jambi harus menciptakan sejarah baru melakukan rembuk membangun Jambi dengan melibatkan para mantan gubernur maupun tokoh lainnya, ketimbang harus saling menyalahkan.

Ingat, ini adalah contoh yang baik yang ditunjukan kepada masyarakat Jambi oleh pemimpinnya sendiri, dan mungkin sulit akan terwujud karena provokasi yang dilakukan orang – orang yang hanya berfikir untuk kepentingan pribadi dari pada kepentingan membangun Jambi untuk rakyat Jambi itu sendiri. (***)

Noer Faisal / Pemimpin Redaksi

Print Friendly, PDF & Email