Kotak Kosong ‘Meletup’ di Pilwako Jambi

0
127

PARTAI Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bermain manuver politiknya yang cukup piawai dalam menghadapi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota(Pilwako) Jambi. Alhasil, metode borong partai politik (parpol) untuk tujuan memenangkan Pilwako dengan melawan kotak kosong pupus sudah harapan itu.

PDI-P yang sejak awal memberikan sinyal kepada kader partainya H Abdullah Sani untuk maju sebagai calon Walikota Jambi, semakin optimis akan  berkoalisi dengan PAN menghadapi Pilwako Jambi periode 2018 – 2023 itu. Nama Kemas Alfarizi, semakin kuat bakal diusung PAN , karena PAN  juga punya keinginan tidak saja memenangkan Pilwako Jambi tetapi juga untuk kepentingan Pemilu Legislatif 2019.

Artinya, Pilwako Jambi, hampir dapat diyakini akan berlangsung dalam situasi politik yang cukup sengit untuk merebut dua kursi kekuasaan itu. head to head, begitulah situasinya di 2018 nanti. Apalagi, Zumi Zola Zulkifli selaku Ketua DPW PAN Jambi yang notabe Gubernur Jambi, memiliki niatan yang lumrah untuk berjalan langgeng menghadapi Pilgub Jambi 2021 mendatang.

Inilah situasi tujuan PDI-P dan PAN dalam menghadapi Pilwako Jambi yang tidak tertutup kemungkinan ada beberapa parpol yang tersisa ikut mengusungnya, untuk menamatkan riwayat politik calon petanaha di Pilwako Jambi. Bahkan, potensi PAN –PDI-P akan berlanjut koalisinya di Pilgub Jambi nanti.

Sebab apa ? Zumi Zola Zulkifli sebagai Ketua DPW PAN yang juga Gubernur Jambi itu, sudah punya strategi politiknya dengan memenangkan Pilwako Jambi, bisa diartikan juga sama memenangkan Pilgub Jambi 2021. Inilah hebatnya manuver politik yang dilakukan Zumi Zola.

Kalau sebelumnya, PAN sepertinya membiarkan adanya sinyal petahana yang bergairah akan melawan kotak kosong itu harus diakui merupakan keberhasilan manuver politik tidak saja PAN tetapi PDI-P, karena calon petahana bergairah dengan manuver kota kosong yang dimainkan PAN itu.

Disisi lain, PDI-P dan PAN secara kepemimpinan nasional di Pilpres nanti, secara jeli mulai melihat adanya suatu kekuatan jika PDI-P dan PAN berkoalisi ditangga utama dengan memasangkan Joko Widodo dengan Zulkifli Hasan yang merupakan Ketua DPP PAN.

Situasi politik ini, sulit terbayangkan terlebih dari kelompok calon petahana di Pilwako Jambi  karena terbius politik memenangkan kotak kosong. Inilah  yang namanya layu sebelum berkembang.

Alamak, tragisnya situasi politik menghadapi Pilwako Jambi, terlebih lagi menganggap dua pasangan yang berpotensi maju di Pilwako Jambi menghadapi calon petahana, serba dianggap tak punya kekuatan karena soal melawan kota kosong yang ternyata meletup. (***)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *