KPK Bidik Sejumlah Pengusaha Terkait Gratifikasi untuk Dua Tersangka di Jambi

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut sumber uang gratifikasi untuk dua tersangka yang telah ditetapkan, yakni Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli dan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PERA) Jambi Arfan.

Untuk diketahui, KPK sebelumnya telah menetapkan Arfan sebagai tersangka dalam kasus suap RAPBD Jambi 2018, bersama tiga tersangka lainya, seperti mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Jambi Erwan Malik, Asisten III Setda Jambi Saipudin, dan Supriono yang merupakan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus anggota Banggar DPRD Jambi.

“Terkait pengusutan kasus gratifikasi yang awalnya dikembangkan dari kasus suap RAPBD Jambi, sejumlah pihak pengusaha sudah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi untuk para tersangka,” demikian diungkapkan Juru bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta belum lama ini, Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengusaha sebagai saksi, seperti Dirut PT Sumber Swarnanusa Joe Fandy Yoesman (alias Asiang-red), Direktur PT Chalik Suleiman Ali Tonang (alias Ahui-red), pengusaha Andi Putra Wijaya, pengusaha Dedi Masyuni, dan pengusaha Imanuddin (IM).

Secara terpisah, untuk diketahui Imanuddin yang diperiksa KPK, Kamis (8/2-2018) lalu, merupakan pengusaha yang memenangkan proyek tahun 2017 APBD Jambi, senilai Rp 16 miliar.

Dilaporkan, tahun 2017, sejumlah pengusaha tercatat sebagai pemenang tender proyek infrastruktur yang dibiayai APBD Jambi dengan nilai anggaran cukup besar, yakni PT Belimbing Sriwijaya, pembangunan Jalan Akses Bandara dengan nilai Pagu Rp 13 miliar, sedangkan Harga Penawaran Sendiri (HPS) Rp 12.998.011. 000, dengan perselisian HPS 98, 04 persen, perusahaan PT Belimbing Sriwijaya digunakan pengusaha Musa.

Selanjutnya, PT Bumi Delta Hatten, sebagai pemenang tender proyek peningkatan Jalan Simp. Sawmil – Simpang Logpon, dengan nilai pagu Rp 25 miliar, sedangkan harga penawara sendiri (HPS) 24. 999. 999.000, dengan perselisihan HPS 97 persen, perusahaan PT Bumi Delta Hatten digunakan pengusaha Teriman.

Peningkatan Jalan Muara Tebo – Simp Logpon dana DAK, proyek ini dimenangkan PT Rudi Agung Laksana, dengan harga Pagu Rp 30 miliar, sedangkan harga penawaran sendiri (HPS) Rp 29. 999.956. 000, dengan perselisihan HPS 99, 97 persen.

Peningkatan Jalan Simp Logpon – Padang Lamo – Tanjung, proyek ini dimenangkan PT Dwikarsa Mandiri Utama, dengan harga Pagu Rp 25 miliar, sedangkan harga penawaran sendiri (HPS) Rp 24. 999.999.000, dengan perselisihan HPS 97 persen. (sal/jul/dik)