Kualitas Air PDAM Tirta Mayang Belum Standar Permenkes

0
80

BRANDANEWS.CO.ID – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Jambi, belum memenuhi standar air bersih maupun air minum yang digolongkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No: 492 Tahun 2010.


Demikian diungkapkan Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Mayang Sasli Rais di ruang kerjanya kepada brandanews.co.id, Rabu sore (29/3-2017).

Namun menurut dia, PDAM Tirta Mayang di era Walikota Jambi Sy Fasha, terus dibenahi tidak saja menyangkut standar air yang ditentukan berdasarkan Permenkes tersebut. Lebih dari itu, ada dua sektor lainnya yang juga mesti terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi.

Seperti dikatakan Rais, sekarang ini target utama menyangkut kuantitas maupun kontinuitas, sedangkan soal kualitas air yang diproduksi menjadi target ke dua dari pencapaian K3 yang diharapkan akan dapat diwujudkan sampai akhir tahun 2017.

“Sekarang ini, sedang berbenah, sesuai target yang diprogramkan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Mayang Erwin Jaya Zuchri, pencapaian K3 seperti yang dimaksudkan tidak lama lagi sudah dapat diwujudkan, dan itu juga menjadi harapan Walikota Jambi Sy Fasha,” kata Sasli Rais.

Selanjutnya, Sasli Rais menjelaskan, PDAM Tirta Mayang optimis seluruh recana yang diprogramkan akan dapat terwujud, dan salah satunya nanti karena didukung dengan beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dengan kapasitas 600 liter/detik, Juni 2017 mendatang.

“Kita berharap, IPA Broni dapat beroperasi sesuai yang sudah dijadwalkan, dan selanjutnya barulah PDAM akan membenahi IPA Benteng, Broni I sehingga dapat terkoneksi dengan yang lainnya, termasuk langkah pengembangan ke wilayah lainnya di Kota Jambi,” terangnya.

Dijelaskan Dirtek PDAM Sasli Rais, sekarang ini PDAM memiliki jumlah pelanggan sebanyak 70 ribu, sedangkan jumlah calon pelanggan yang sudah masuk dalam daftar tunggu jumlahnya saja sudah mencapai 10 ribu. “Artinya, keberadaan IPA Broni yang sedang dipacu penyelesaian pembangunannya dengan kapasitas 600 liter/detik itu, begitu sangat ditunggu agar produksi yang saat ini hanya 900 liter/detik dapat ditingkatkan mengingat besarnya jumlah calon pelanggan yang masuk daftar tunggu itu,” sebutnya.

Disamping itu, PDAM Tirta Mayang Jambi juga dihadapkan dengan persoalan tingginya angka kehilangan air, dalam keterangannya itu Ia mengatakan, angka kehilangan air yang dialami perusahannya itu mencapai 39, 8 persen dari total produksi air PDAM Tirta Mayang. (Baca berita lain tentang PDAM Tirta Mayang)

Untuk itulah, tidak ada jalan lain mengatasi kehilangan air itu dengan cara mengganti pipa yang sudah kropos, karena disitu memang masalah terjadinya kehilangan air itu, sedangkan angka pencurian air yang dilakukan pelanggan menang ada, tetapi semuanya dapat diselesaikan, termasuk membayar denda atas pencurian air tersebut.

Tetapi, yakinlah kata Sasli Rais, PDAM Tirta Mayang, sesuai komitmen Walikota Jambi Sy Fasha yang diamanatkan kepada Direksi PDAM, target itu mesti tercapai dalam tahun 2017, termasuk pengembangan terhadap wilayah baru, seperti Kecamatan Kota Baru, Kecamatan Jambi Timur, dan Jambi Selatan, dan begitu juga terhadap dua kecamatan yang baru saja dimekarkan. (Sal,Fik)

NO COMMENTS