Marak Pengeboran Minyak Illegal di Unit 7 Bahar Selatan

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Warga Unit 7, Desa Bukit Subur, Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, mengajukan protes menghentikan kegiatan pengeboran minyak illegal (illegal drilling) di daerah itu.

Namun, aksi warga yang dilakukan beberapa waktu lalu, termasuk melibatkan anak – anak pengajian desa itu tidak mampu menghentikan pengeboran minyak illegal yang melibatkan banyak pihak mencari keuntungan.

Reporter brandanews.co.id, Sabtu (11/5-2019) melaporkan, dari keterangan warga di daerah itu mengungkapkan, sedikitnya ratusan truk hilir mudik bermuatan tedmond berisi minyak mentah hasil kegiatan pengeboran tanpa izin.

“Sekarang ini sedikitnya mendekati ribuan sumur minyak illegal beroperasi di daerah ini. Kondisi ini, jelas tidak saja merusak lingkungan tetapi juga mengancam keselamatan warga yang tinggal bermukim di sekitar pertambangan minyak illlegal itu,” kata Saharian (45) warga Unit 7 Bahar Selatan.

Menurut Saharian, pelaku  pengeboran minyak dilakukan di kawasan perkebunan sawit, dan tidak sedikit dilakukan di lahan – lahan terbuka lainnya. “Sejak berlangsungnya aktivitas pengeboran minyak illegal itu status sosial masyarakat desa terganggu. Sekarang, masyakarat tidak lagi merasa nyaman, aman tinggal  didesanya sejak masuknya pekerja tambang minyak illegal tersebut,” katannya.

Diakhir keterangan Saharian mengungkapkan, belum lama ini sudah ada kesepakatan, atau rembuk di desa ini  yang melarang seluruh kegiatan  pengeboran minyak illegal. Tapi apa hasilnya, kata Ia, belum dapat menghentikan kegiatan pengeboran minyak illegal yang melibatkan   banyak oknum aparat. (wyu/jul/sal)

Print Friendly, PDF & Email