Menggantung Berkah Kehidupan Ditengah Pembangunan Destinasi Wisata Danau Sipin

Pendayung (pengayuh) perahu di Danau Sipil mulai gantungkan peningkatan penghasilan sejak Danau Sipin dikembangkan sebagai destinasi wisata air. Poto/sal

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – Trobosan pembangunan destinasi wisata Danau Sipin yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sumetara (BWSS) VI, dan selanjutnya didorong Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi, berpotensi lahirnya perekonomian yang bakal dapat dirasakan masyarakat di daerah itu.

Effendi Hatta (40) dalam kehidupan kesehariannya mendayung perahu untuk penyebarangan warga di Danau Sipin mengakui, dengan dibangunnnya Danau Sipin menjadi tujuan wisata air yang sekarang mulai ramai dikunjungi warga, bagi dirinya mulai merasakan bakal penghasilannya bertambah.

Biasanya, warga yang menggunakan perahunya hanya untuk menyeberangi Danau Sipin dari Kota Jambi ke daerah seberang kota, atau sebaliknya, tetapi sekarang sudah mulai ada warga yang menyewa perahunya untuk berkeliling danau yang luasnya mencapai 115 hektar, dengan panjang lingkaran danau 10 kilometer.

“Kalau biasanya warga menggunakan perahu untuk sekedar menyeberang, tetapi sekarang sudah ada warga yang datang kesini untuk tujuan berwisata berkeliling danau bersama perahu miliknya itu,” kata Effendi Hatta, sembari mengatakan sebentar lagi akan dilaksanakan perlombaan perahu naga, atau dragon bood bertaraf nasional.

Menurut Effendi Hatta kepada reporterbrandanews.co.id, Sabtu (10/3-2018) mengungkapkan, sejak Ia mulai mengais rezeki dengan mendayung (mengayuh) perahu sejak 2001 silam, tidak pernah terbayang Danau Sipin bakal dibangun oleh pemerintah

sebagai daerah tujuan wisata dan bakal ramainya pengunjung yang datang kesini.

“Kalau dulu yang terfikir sedih melihat nasib danau yang cukup jorok karena banyaknya warga yang membuang sampai kesini, dan begitu juga terhadap alur danau yang banyak didapati keramba ikan serta tumbuhan eceng gondok,” terangnya.

Tetapi sekarang, Danau Sipin mulai dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata danau, dan itulah impian banyak pengayuh perahu yang mengais rezeki penuh harapan penghasilan bakal bertambah.

“Sekarang, rata – rata penghasilan pendayung perahu dalam setiap harinya sekitar antara Rp 70 ribu s/d Rp 100 ribu, tetapi dengan semakin ramainya pengunjung harapan penghasilan bisa bertambah,” tutur Effendi Hatta, sambil memanjatkan do’anya.

Effendi Hatta (40) salah satu pengayuh perahu berharap pemerintah melestarikan sampan dayung dalam pengembangan destinasi Danau Sipin. Poto/sal

Namun kalau saya boleh mengusulkan, kata Effendi Hatta, selain perlu adanya aturan pemerintah daerah untuk tetap melestarikan perahu dayung sebagai sarana wisata, disisi lain pemerintah juga mesti melihat kondisi Sungai Putri dan Sungai Kambang yang menjadi pintu masuknya sampah ke Danau Sipin.

“Kalau bisa jangan lagi ada sampah yang dibuang ke danau dari kedua alur sungai itu, sedangkan harapan lain tentu perlu dilakukan pemerintah untuk berkordinasi kepada masyarakat dalam pengembangan Danau Sipin, karena terdapat keramba ikan dan sarang ikan yang dibangun masyarakat sejak puluhan tahun silam di danau ini,” pinta Effendi.

Secara terpisah, Ubay (27) warga yang tinggal di sekitar Danau Sipin mengungkapkan, Ia merasa senang dan sangat mendukung Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi mengembangkan Danau Sipin menjadi daerah tujuan wisata.

Bagus sekali, kata Ubay, kalau dulu danau ini cukup jorok dan terlihat tidak terurus, tetapi sekarang sudah sangat baik kondisinya, tidak saja bersih tetapi pembangunan bronjong yang dilakukan di tebing danau sehingga danau semakin terjaga.

Pendayung (pengayuh) perahu di Danau Sipil mulai gantungkan peningkatan penghasilan sejak Danau Sipin dikembangkan sebagai destinasi wisata air. Poto/sal

“Saya sebagai warga disini sangat mendukung pembangunan Danau Sipin, apalagi danau ini sekarang bakal dapat dijadikan potensi membangun ekonomi masyarakat,” terang Ubay.

Keterangan yang diperoleh dari sejumlah kegiatan pembangunan yang dilaksanakan BWSS VI, pembangunan di Danau Sipin yang merupakan danau tapal kuda (oxbow lake) yang terbentuk dari bekas alur Sungai Batanghari, dikembangkan dengan konsep membangun pintu air, pembangunan pelindung tebing danau, pengerukan sedimen danau Sipin.

Tahun 2017, BWSS VI telah melaksanakan kegiatan pembangunan revitalisasi Danau Sipin Zona I, II dan Zona III, dengan pengerjaan pembangunan pelindung tebing sepanjang 3. 000 meter.

Sedangkan tahun 2018, BWSS VI kembali melakukan kegiatan pembangunan, seperti pembangunan pintu air, pembangunan pelindung tebing dan kegiatan pembersihan alur danau. (noer faisal/pon/fri

Print Friendly, PDF & Email