Menyikapi Kesungguhan SETAN

0
123
Mungkin kita akan bertanya kenapa  Allah SWT menciptakan SETAN ? Andaikan setan itu tidak tercipta, manusia akan aman dan damai tenpa pengganggu.
 
Selanjutnya yang terbanyang dalam pertanyaan itu , Pertama, tidak ada ciptaan Allah yang buruk. Seluruh ciptaan-Nya selalu yang terbaik. Tidak ada yang keluar dari Allah kecuali yang terindah. Yang Memperindah segala sesuatu yang Dia Ciptakan.
 
Termasuk ciptaan Allah yang bernama setan. Pada awalnya dia adalah ciptaan yang indah seperti makhluk yang lain. Tampak kebesaran Allah pada dirinya. Beribu taun dia beribadah. Namun ketika Adam tercipta, dia sombong dan berpaling. Dan dia pun menjadi makhluk terkutuk karena perbuatannya. Bukan karena asal ciptaannya.
 
Kedua, Allah ciptakan manusia dan jin untuk beribadah. Karena itu Allah jadikan dunia ini tempat ujian. Ada perintah yang dibaliknya berbonus pahala, ada larangan yang dibaliknya ada ancaman siksa.
 
Manusia dan seluruh makhluk yang diberi taklif (termasuk jin), diberi kemampuan untuk taat dan kemampuan untuk bermaksiat. Mereka mampu melakukan keduanya dan Allah memberi mereka kebebasan untuk memilih menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan).
 
Di dunia ini, jika tidak ada makhluk seperti setan maka tidak akan dikenal yang bernama ketaatan. Ketika ada panas maka dingin mulai dikenal. Ketika ada pelanggaran maka ketaatan mulai tampak.
 
Ketiga, setelah setan melanggar, Allah swt memberinya kemampuan untuk “mengajak” manusia, bukan “memaksa”.
 
Mereka yang tertipu dengan rayuan setan akan ikut bersamanya. Namun Allah telah menurunkan para nabi, memberi kita fitrah untuk mencari kebenaran dan memberi akal sehat untuk selalu mengingatkan kita bahwa setan adalah musuh. Tinggal sekarang, pilihan ada ditangan kita.
 
Dalam Al-Quran, ada beberapa nama untuk setan. Yang pertama Iblis, setan, was was (karena selalu membisikkan kejahatan), Khonnas (yang bersembunyi) dan Safih (dungu) seperti Firman Allah swt ketika mengutip perkataan jin yang berkomentar tentang setan, “Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.
 
Sementara dalam riwayat, nama-nama setan adalah azazil, thowusul malaikat (burung meraknya malaikat ketika masih belum berpaling), abu murroh, al-muhlik (yang membinasakan), al-hobits (yang busuk) dan al-hawiyah.
 
Selanjutnya, Al-Quran berulang kali menjelaskan bahwa setan adalah musuh manusia. Dia adalah musuh yang nyata. Selalu berusaha menghancurkan kehidupan anak Adam. Allah mengulangnya berkali-kali agar manusia sadar dan waspada untuk tidak mengikuti ajakannya. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.
 
Lantas, seperti apa sikap kita sebagai umat Manusia dalam menyikapi sikap setan itu. Ini tentu juga pertanyaan yang menarik. Tetapi, bagaimanapun juga ada contoh dari sifat setan itu paling tidak mengajarkan kita untuk selalu bersungguh – sungguh, pantang menyerah dalam menghadapi apapun bentuk tantangan dari kehidupan itu.
 
Dan inilah hebatnya setan, kaum setan ternyata memiliki sifat kesungguhan, setan tidak mengenal lelah, dan terus menggonda, dan biasanya manusia tidak jarang selalu terkalahkan dengan sifat setan yang lebih  bersungguh sungguh dari manusia itu sendiri untuk persoalan menggonda, sehingga tidak jarang akhirnya kita sebagai manusia justru sudah menjadi setan pula. Alamak….. ! (***)
 
 
Noer Faisal, Pemimpin Redaksi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Verifikasi Bukan Robot *