Muda Mudi Kerinci apresiasi tanggapnya bawaslu sungai penuh tangani kasus money politik caleg Murady

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi  – Baru-baru ini masyarakat Kabupaten Kerinci dan kota sungai penuh sempat di hebohkan dengan berbagai kasus pemilu serentak.

Pemilu serentak kali ini yang seharusnya dihiasi dengan suka cita ternyata diwarnai serba serbi temuan kasus pelanggaran. Yang paling menggemparkan adalah OTT politisi dan caleg gerindra untuk provinsi jambi asal Kerinci.

mantan Bupati Kerinci Zainal Abidin (44), istrinya Yanti Maria Susanti (42) diketahui anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga kembali maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Gerindra, Edi Saputra (32), pekerjaan swasta dan Ikrar Dinata (41), pekerjaan PNS Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi yang juga Korwil Pendidikan Kecamatan Mendahara Ulu.

Ketua muda-mudi SAH, Odi Firmana Putra, S.Pd memberikan pandangannya terhadap kasus ini.

Odi sangat mengapresiasi tanggapnya pihak BAWASLU serta GAKKUMDU bawaslu kota sungai penuh dalam menangani kasus ini. Hanya saja ia meminta agar supaya kasus ini diungkap secara transparan dan kalau bisa prosesnya dipercepat.

Hal senada pun disampaikan oleh M. Nazli, juru bicara DPD GERINDRA Jambi.
Jauh² hari sebelumnya ketua Dewan Pembina DPP Gerindra dan Ketua DPD Gerindra Jambi telah mengingatkan agar seluruh kader dan caleg Gerindra tidak menggunakan politik uang dan politik curang, tidak ada ruang di Gerindra bagi politikus yg melakukan politik uang dan politik curang.

DPD Gerindra akan tetap mendorong dan mendukung pihak berwajib (GAKUMDU) untuk memproses pelaku politik uang sesuai hukum yg berlaku, terutama kepada kadernya. Sebab Gerindra adalah partai yg berbasis Buruh, Tani dan Nelayan bukan berbasis cukong. Politik uang hanya akan melahirkan masyarakat yg transaksional bukan masyarakat yg cerdas dalam berdemokrasi, Gerindra bertekad menjadi Garda Terdepan dalam membangun politik bersih dan cerdas.

“Para pihak tidak perlu juga harus risau dan gelisah atas sikap Gerindra, jika memang tidak salah tidak juga perlu khawatir”, Ujarnya.

Odi Firmana menegaskan bahwa apresiasi DPD GERINDRA dan Muda-Mudi ini bukan bentuk tekanan terhadap bawaslu. Jadi, jangan ada pihak yang salah arti dalam memandang kasus OTT ini.(wyu/zik/wan)

Print Friendly, PDF & Email