Pecundang Disarang Perjuangan

BRANDANEWS.CO.ID/NewsJambi – PECUNDANG, bisa diartikan beragam karena banyaknya makna yang bisa dimaksudkan dalam kata pecundang itu. Tetapi, maksud pecundang pastinya tidak bagus,  karena pecundang itu sendiri bisa diartikan sebagai pelaku pengecut, dan tidak jarang pula pecundang dapat dimaksudkan sebagai sosok serakah yang meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya, dengan tidak bertanggungjawab.

Dalam strategi politik, pecundang tidak gampang terdekteksi, baik itu geraknya, sikapnya, bahkan keputusannya karena warna yang dibawanya selalu menyerupai warna dimana keberadaan pecundang itu sendiri.

Makanya, dalam perjuangan politik mewaspadai pecundang dalam sarang perjuangan semestinya jauh lebih sulit ketimbang lawan politik itu sendiri.

Dalam pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif di 2019 mendatang, sel pergerakan pecundang tidak bermain di ranah lawan, melainkan justru bermain di dalam ruang perjuangan itu sendiri, sehingga kekalahan yang terjadi tidak menyimpulkan adanya kelebihan lawan politik terkecuali menyadari kekalahan itu karena adanya pecundang yang bersarang di dalam perjuangan yang dimaksudkan.

Kenyataan inilah yang selanjutnya membesarkan hati bagi calon kepala daerah yang kalah, dan selanjutnya melahirkan sisi positif karena pelaksanaan pesta demokrasi itu bisa berjalan damai, tanpa adanya konflik karena kekalahan yang dialami lebih disebabkan karena sikap dan perbuatan pencundang yang memang menghendaki kekalahan demi meraup keuntungan dibalik itu.

Pecundang, memang selalu diuntungkan karena biasanya baru diketahui belakangan setelah menuai kekalahan, sedangkan dalam posisi menang justru pecundang lebih tidak jarang dimaknai sebagai pahlawan dari kemenangan itu karena dianggap kemenangan merupakan perjuangannya. Itulah hebatnya pecundang yang berada di dalam sarang perjuangan.

Sekarang nasi telah menjadi bubur, dan kenyataan adanya pecundang dalam sarang perjuangan menjadi pelajaran besar oleh kita semua, karena mewaspadai pecundang wajib dilakukan dalam sebuah perjuangan, karena pecundang tidak saja berada di dalam posisi yang kalah, tetapi juga pecundang berada di dalam kelompok yang menang.

Untuk itu, kemenangan di Pilpres dan Pileg 2019 harus tetap waspada, karena pecundang selalu akan menghencurkan demi meraup keuntungan, termasuk pecundan yang mencoba mengutak-atik hak prerogratif pemenang pesta demokrasi itu.

Waspadai, prilaku pecundang tidak saja bagi kelompok yang kalah, tetapi akan membahayakan di kelompok yang memenangkan. (***)

Print Friendly, PDF & Email